Wednesday , October 21 2020

Alasan Anak Dilarang Jajan Sembarangan

Membawakan bekal anak ke sekolah ternyata banyak memberikan manfaat ketimbang membawakan uang saku ke sekolah. Bekal yang dipersiapkan oleh orang tua tentu dapat menghemat uang saku yang mereka peroleh guna digunakan untuk keperluan yang lebih baik. Meskipun anak terlihat senang saat jajan di sekolah, namun orang tua tentu tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Pertanyaan pun muncul. Apakah anak akan baik-baik saja dengan jajan di sekolah? Mengingat banyak tragedi yang menyebabkan keracunan pada anak-anak sekolah, tentu lebih bijaksana ketika orang tua membawakan bekal untuk anak mereka. Ketimbang harus jajan sembarangan karena alasan berikut ini.

1. Anak Tidak Memikirkan Komposisi Jajan Yang Dibeli

Ketika seorang anak jajan, mereka hanya memikirkan kenyang, enak, dan suka. Anak Anda tidak akan berpikir sampai seperti apa komposisi yang terkandung di dalam jajanan yang dia beli. Terpenting ketika tiba jam istirahat, anak Anda harus jajan yang dia sukai. Entah komposisi jajanan yang dibeli sehat atau tidak, seolah-olah menjadi urusan belakangan. Pada akhirnya, ketika anak mengalami keracunan akibat jajan sembarangan adalah orang tua menjadi sangat khawatir.

2. Anak Tidak Memikirkan Sisi Higienis Jajan Yang Dibeli

Mau penjual jajanan memakai peralatan yang bersih sampai kotor sekalipun, seolah-olah anak juga tidak mau tahu. Selagi jajanan yang dijualnya memiliki rasa enak yang pas di lidah, maka tetap saja dibeli. Meskipun saos yang digunakan untuk bumbu jajanan yang anak Anda beli terlihat memiliki aroma yang tidak semestinya, jika masih enak, tetap saja anak Anda akan makan. Begitu pula ketika hendak jajan es teh misalnya. Meskipun es batu yang digunakan adalah dari air mentah dan dipukul menggunakan palu berkarat, tetap saja diminum. Pada akhirnya pun akan sama, anak mengalami sakit perut dan membuat orang tua menjadi sangat khawatir.

3. Anak Tidak Memikirkan Dampak Buruk Terhadap Jajan Yang Dibeli

Jajan ya jajan. Sakit, urusan belakangan. Perut kenyang, hati senang. Itu menjadi perwakilan yang dirasakan oleh anak-anak ketika jajan. Anak-anak belum mau tahu dengan dampak buruk yang akan terjadi pada kesehatan mereka dengan jajan sembarangan. Ketika anak baru merasakan dampak buruk yang terjadi, kemudian Anda memberi nasihat agar tidak jajan sembarangan, dalam waktu satu sampai dua hari anak akan menurut. Setelah itu, kebiasaan jajan pun muncul kembali setelah sehat. Berbeda ketika Anda hanya membawakan bekal. Maka anak pun tidak dapat berbuat apa-apa selain memakan habis bekal yang dibawakan oleh orang tua mereka.

4. Anak Hanya Ikut-ikutan Untuk Jajan

Beberapa anak ada yang jajan karena hanya ikut-ikutan. Melihat temannya jajan makanan tertentu, si anak pun tergiur untuk ikut membeli. Atau ada pula anak yang hanya ikut-ikutan jajan hanya karena tidak ingin diejek oleh teman-temannya. Masih ada anak-anak yang melontarkan ejekan ketika melihat temannya membawa bekal. Padahal jauh lebih baik bagi kesehatan si anak dengan membawa bekal dari rumah ketimbang jajan sembarangan.

Anak masih perlu diberi pemahaman mengenai alasan mereka tidak boleh jajan sembarangan. Memang perlu proses sambil Anda membiasakan anak-anak untuk membawa bekal. Sebaiknya, sebelum terlambat, ketika Anda hendak memasukkan anak ke sekolah, pilih saja sekolah yang menerapkan untuk jam makan siang di sekolah. Beberapa sekolah sudah banyak yang menerapkan menyediakan makan siang untuk para siswa ketika jam istirahat tiba. Sehingga tidak diperkenankan anak-anak untuk jajan sembarangan di luar sekolah.

About Bas