Sunday , October 25 2020

9 Mitos Masuk Angin Ini, Benar atau Tidak Sih?!

Yang namanya mitos itu 50-50, bisa benar, tapi bisa juga salah. Nah pada ulasan kali ini, kita akan membahas mengenai mitos masuk angin, mana yang benar dan mana pula yang menyesatkan.

Mitos 1: Sup ayam mampu atasi masuk angin

Benarkah semangkuk sup ayam dapat membantu menyembuhkan masuk angin?! Jawabnya adalah mungkin. Beberapa hasil riset menjumpai makanan hangat ini mampu mengurangi peradangan.

Mitos 2: Pergi keluar rumah dengan rambut basah bikin kamu sakit, begitu juga kalau malas pakai jaket

Sayangnya, yang satu ini tidak benar. Masuk angin sebenarnya bukan disebabkan rambut basah atau malas pakai jaket saat keluar rumah, melainkan virus. Walau begitu, virus penyebab masuk angin diduga lebih banyak beredar serta mampu bertahan hidup pada suhu rendah.

Faktanya, kita malah lebih mudah terinfeksi virus penyebab masuk angin ketika berada di dalam rumah, bukannya di luar. Di dalam rumah, frekuensi berdekatan dengan orang lain atau menyentuh benda-benda kotor lebih besar.

Pengecualian tentunya, berlaku bila suhu di luar sangat dingin sehingga kamu menderita hipotermia. Kondisi ini memang membuat tubuh rawan kena infeksi.

Mitos 3: Mengoleskan Vicks VapoRub di kaki dapat mencegah batuk

Memang, metode yang diisukan dicetuskan Canada Research Council ini cukup booming tahun 2007 silam. Dikatakan bahwa mengoleskan sedikit balsam Vicks sebelum tidur ke kaki anak, kemudian menutupi kaki dengan kaos kaki, mampu mencegah batuk semalaman.

Sayangnya, pihak Canada Research Council membantah pernah merilis metode tersebut. Lagipula, balsam Vicks harusnya dioleskan ke dada atau tenggorokan guna meredakan gejala batuk ketika aromanya terhirup. Jadi sejauh ini, metode tersebut dianggap tidak benar, meski beberapa penggunanya mengaku merasakan sendiri khasiatnya.

Mitos 4: Vaksin flu malah sebabkan flu

Alasan kuat mengapa mitos satu ini muncul adalah karena vaksin flu memang menimbulkan gejala mirip flu. Namun virus yang terkandung di dalamnya sebenarnya sudah dimatikan sehingga tidak mungkin lagi menyebabkan infeksi. Penggunanya hanya menyalahartikan efek samping vaksin sebagai gejala flu.

Lain halnya dengan vaksin flu dalam bentuk nasal spray yang memang mengandung virus hidup. Walau masih hidup, namun kondisi virusnya sudah dibuat lemah sehingga tetap takkan menyebabkan infeksi. Efek samping pemakaian vaksin tipe ini antara lain hidung meler, batuk atau hidung tersumbat, menggigil, lelah dan lemas, sakit tenggorokan, serta sakit kepala.

Mitos 5: Hindari produk susu kalau masuk angin

Dahak merupakan lendir pekat yang menetes di bagian belakang tenggorokan saat seseorang masuk angin. Meski minum susu membuat tekstur dahak semakin kental sehingga meningkatkan risiko iritasi tenggorokan, namun sumber kalsium ini tidak terbukti membuat tubuh menghasilkan lebih banyak dahak.

Malahan dokter menyarankan penderita masuk angin tetap mengkonsumsi produk susu karena itu mampu menenangkan tenggorokan dan menyuplai kalori yang diperlukan tubuh. Tentu saja, hal ini tak berlaku untuk kamu yang alergi produk susu sapi.

Mitos 6: Masuk angin tanpa demam takkan menular

Baik dengan ataupun tanpa demam, masuk angin tetap bisa menular khususnya pada 2 atau 3 hari pertama. Mengapa? Karena masuk angin disebabkan virus, dan fase penularannya rata-rata baru berakhir dalam kurun waktu 7-10 hari.

Mitos 7: Penderita masuk angin pasti bakal kena flu

Hal ini tidak benar, mengingat flu dan masuk angin dipicu oleh jenis virus yang berbeda. Jadi masuk angin takkan bertransformasi menjadi flu, atau sebaliknya. Walau demikian, dikarenakan kedua kondisi ini menimbulkan gejala yang sama, maka sulit untuk membedakan apakah seseorang sebenarnya kena flu atau masuk angin.

Meski begitu, gejala flu biasanya lebih parah dari masuk angin. Mereka yang flu umumnya menderita gejala demam, nyeri otot, kelelahan, dan batuk kering. Sedangkan yang masuk angin hanya mengalami hidung meler atau tersumbat. Lebih dari itu, masuk angin juga tidak memicu gangguan kesehatan serius seperti pneumonia, infeksi bakteri, atau lainnya yang perlu opname di RS.

Mitos 8: Menjauhi penderitanya adalah satu-satunya cara terhindar dari masuk angin

Memang benar, tapi tak sepenuhnya tepat. Di samping menjauhi penderitanya, kamu juga harus rajin cuci tangan dan mensterilkan benda-benda yang sarang kuman penyakit seperti kenop pintu, keyboard, ponsel, dan lain-lain.

Mitos 9: Tutupi dengan telapak tangan saat batuk atau bersin

Masih banyak orang yang melakukan mitos satu ini. Memang kita harus menutupi mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, tapi bukan dengan tangan. Gunakan tisu atau saputangan, bila tidak ada, pakai siku bagian dalam. Dengan demikian, tangan tetap bersih dari virus penyebab masuk angin.

Jadi itulah tadi beberapa fakta mengenai mitos masuk angin yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat!

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *