Saturday , October 24 2020

8 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Wedding Organizer

Salah satu bisnis yang menjanjikan profit tinggi di zaman sekarang adalah wedding organizer atau event organizer. Tentunya Anda sudah tak asing mendengarnya, bukan? Wedding organizer merupakan suatu jasa khusus yang menawarkan pelayanan untuk mengatur dan mengkoordinir pesta pernikahan. Mulai dari dekorasi, catering, dokumentasi, administrasi, tata rias, penyediaan alat pelengkap (seperti kursi, tenda, kotak uang, tempat pelaminan dan sebagainya) serta kebutuhan lain.

Sekilas untuk membuka bisnis wedding organizer ini terlihat rumit. Padahal faktanya enggak sesulit itu kok! Anda hanya perlu memiliki tekad kuat dan segera bertindak. Nantinya usaha Anda pasti membuahkan hasil. Biasanya sih, omzet yang didapatkan dari bisnis ini bisa mencapai jutaan rupiah loh! Itu bergantung pada paket yang ditawarkan.

Nah, berikut ini beberapa tips sukses Menjalankan Bisnis Wedding Organizer.

Simak yuk!

 

1. Pelajari Seluk-Beluk Bisnis Event Organizer

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempelajari sistem manajemen dan seluk-beluk bisnis event organizer. Hal ini wajib dan sangat penting untuk diperhatikan. Sebab jika Anda memulai bisnis tersebut dengan bekal ilmu minim maka ujung-ujungnya bakal berantakan dan tidak terorganisir.

Anda bisa mengumpulkan informasi dengan bertanya pada orang yang berpengalaman, mengikuti acara gathering, membaca buku atau artikel. Pembelajaran tersebut tentunya harus secara menyeluruh, mulai dari konsep, teknik pemasaran, metode promosi, cara menggaet konsumen, semuanya wajib dipelajari secara rinci.

 2. Membentuk Tim

Bisnis wedding organizer merupakan bisnis cukup besar. Jadi nggak bisa dikerjakan secara individual. Tentunya Anda perlu tim untuk bekerja sama. Nah, disini Anda harus mencari anggota yang terpercaya dan profesional. Usahakan beberapa orang telah memiliki pengalaman di bidang organizer.

Namun apabila Anda kesulitan membentuk tim, Anda bisa mendaftarkan diri ke jasa wedding organizer yang sudah ada. Buatlah lamaran kerja yang menarik dan bersikaplah percaya diri sehingga Anda bisa diterima.

 3. Persiapkan Modal

Modal yang dibutuhkan untuk membuka bisnis wedding organizer tidak terlalu besar. Anda hanya perlu menyiapkan modal untuk mengurus administrasi, membeli beberapa perlengkapan pokok, serta biaya pemasaran.

Untuk kebutuhan lainnya, Anda bisa bekerja sama dengan vendor-vendor acara pernikahan (seperti vendor katering, tata rias, dan lainnya). Dengan demikian modal yang dibutuhkan dapat diminimalisir.

4. Menargetkan Pasar dengan Jelas

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah target pasar. Anda harus bisa menentukan konsep dari jasa yang Anda tawarkan. Apakah berkonsep modern, tradisional, atau juga bisa kompleks. Itu semua bergantung pada lingkungan, tradisi, ras, pendidikan, dan permintaan costumer.

5. Perluas Relasi dengan Para Vendor

Pada dasarnya, tugas wedding organizer adalah menjadi penghubung antara pelanggan dengan supplier (vendor).  Tim organizer harus bisa mengkoordinasi acara pernikahan dengan baik dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Mulai dari gedung, jasa tata rias, katering, sound system, dokumentasi dan sebagainya. Semua itu harus disediakan secara lengkap sehingga tidak membuat bingung costumer.

Maka itu, sangat penting bagi tim wedding organizer untuk memperluas relasi dengan para supplier atau vendor. Dengan demikian, bisnis tersebut bisa lebih kuat dan sukses.

6. Menciptakan Konsep Unggul dan Unik

Mengingat jasa wedding organizer saat ini sangat banyak. Jadi apabila Anda juga ingin membukanya, maka Anda perlu sesuatu yang unik. Usahakan membuat konsep bisnis tak sekedar unggul, tapi juga inovatif dan kreatif. Dengan begitu, bisnis Anda akan dilirik oleh masyarakat.

7. Melakukan Pemasaran Secara Aktif

Untuk membangun bisnis agar dikenal publik maka Anda harus melakukan pemasaran secara aktif, baik secara online ataupun offline. Anda bisa mempromosikan bisnis tersebut dari mulut ke mulut, menyebarkan lewat brosur atau ikut pameran. Serta pasarkan juga lewat sosial media seperti instagram, facebook, twitter, whatsapp, dan sebagainya.

8. Utamakan Kepuasan Konsumen

Satu hal yang membuat bisnis Anda bisa tetap awet dan bertahan adalah mengutamakan kualitas, yakni kepuasan konsumen. Pahami apa yang diinginkan oleh konsumen Anda, sebab setiap orang punya permintaan berbeda-beda. Berusahalah menjadi ramah dan jika perlu berikan sedikit diskon. Percaya deh, jika pelanggan puas maka mereka pasti akan ikut mempromosikan bisnis Anda ke orang lain.

Jadi itulah beberapa tips mendapatkan penghasilan dari bisnis wedding organizer. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

About Bas