Saturday , October 31 2020

7 Makanan Sehat Namun Berbahaya Bagi Anak

Banyak anak sudah mengkonsumsi makanan tinggi gula di usia yang masih sangat muda. Padahal ini dapat menurunkan sensitivitas indera perasanya, membuat makanan biasa tidak terasa nikmat lagi. Makanya jangan heran bila anak kemudian malas menyantap menu utama dan lebih menyukai makanan manis.

Selain itu, ada pula beberapa makanan lain yang tampaknya sehat, tapi tak seharusnya dikonsumsi anak karena alasan karakteristik psikologis tubuhnya. Apa sajakah itu?

1. Jus

Anak-anak suka jus. Tak hanya nikmat, kemasan produknya juga selalu dibuat memikat. Akan tetapi, segelas jus yang dijual di toko diperkirakan mengandung 5-6 sdt gula. Setelah masuk dalam tubuh, gula tersebut akan cepat diserap oleh pembuluh darah sehingga berdampak buruk bagi metabolisme karbohidrat.

Oleh sebab itu, pihak American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak dibiasakan makan buah langsung ketimbang minum jus. Berkat serat dalam buah, kandungan gula alaminya akan terserap perlahan saja dalam tubuh. Alternatif lain adalah dengan membuat sendiri jus sehat atau smoothies-nya.

2. Yogurt

Saat memilih yogurt untuk anak, baca kandungannya lebih dulu. Hindari produk yogurt yang tidak disimpan dalam lemari pendingin. Di samping itu, belilah yogurt alami atau tawar (plain) ketimbang yang manis.

Yogurt buah yang mengandung banyak gula, lemak, dan kalori dapat membuat buah hati overweight dan berisiko terkena diabetes.

3. Sereal

Sereal, muesli, atau makanan sejenis memang sering diumbar sehat oleh iklan di TV berkat kandungan vitamin dan mineralnya. Padahal faktanya, makanan ini tidak mengandung nutrisi menyehatkan, hanya banyak gula saja.

Semua elemen sehat dari jagung, gandum, atau oat sudah hilang saat proses produksi, yang tertinggal hanyalah karbohidrat belaka.

Makanan ini jelas tak mengenyangkan sama sekali, sehingga tak heran bila beberapa jam kemudian, si kecil mulai merengek lapar lagi. Jadi, lebih baik berikan oatmeal disertai potongan buah dan kacang-kacangan saja pada anak.

4. Madu

Anak yang usianya di bawah 2 tahun tak boleh diberi madu. Selain mampu menyebabkan reaksi alergi, kadang madu juga mengandung bakteri sehingga berpotensi memicu infeksi serius seperti botulisme.

5. Anggur

Anggur memang mengandung beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak, namun ada alasan mengapa si kecil tak boleh mengkonsumsinya. Buah ini besar dan licin sehingga kapan saja anak bisa tersedak karenanya. Selain itu, anggur juga sulit dicerna oleh saluran pencernaan si kecil. Sebagai penggantinya, pilih pisang saja ya bun.

6. Multivitamin anak

Orang tua sebaiknya tidak sembarangan memberi multivitamin pada anak, apalagi tanpa seizin dokter. Pemberian suplemen tambahan pada anak juga tidak diperlukan bila nutrisinya sudah terpenuhi dari makanan.

7. Milkshake

Jika dihadapkan pada pilihan antara milkshake dan soda, kebanyakan orang tua pasti lebih memilih milkshake yang terkesan ‘menyehatkan’ berkat kandungan susunya. Akan tetapi faktanya, minuman satu ini juga sama bahayanya dengan soda karena juga tinggi gula dan lemak.

Hasil riset terkini menunjukkan keseringan minum milkshake dapat memicu risiko berkembangnya penyakit kardiovaskular di kemudian hari, sehingga minuman ini juga berbahaya bagi orang dewasa.

Kesimpulannya, mungkin mustahil untuk menjauhkan gula sama sekali dari anak-anak. Tugas orang tua sekarang adalah memberitahu anak bahwa penganan manis hanyalah dessert yang tak bisa menggantikan posisi makanan utama. Nanti bila anak sudah terlatih makan dengan baik sejak kecilnya, maka besar kemungkinan ia akan tetap melanjutkan kebiasaan itu ketika dewasa nanti. Begitu ya bun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *