Sunday , October 25 2020

7 Makanan Paling Ekstrim di Korea, Berani Coba?

Setiap negara selalu memiliki makanan yang ekstrim bagi negara lain namun biasa dikonsumsi bagi negara tersebut. Begitu juga dengan Korea Selatan, ada berbagai makanan aneh yang merupakan makanan sehari-hari rakyatnya. Mulai dari memakan bagian dari hewan yang biasanya dibuang sampai memakan hewan tersebut hidup-hidup. Penasaran? Simak aja ulasan berikut ini!

1. Sannakji

Kalau makan-makanan mentah seperti sushi mungkin sudah biasa, bagaimana kalau mencoba makan ketika binatang laut itu hidup-hidup? Ya, salah satu makanan khas Korea yang biasa dikonsumsi warga sana adalah makan gurita kecil yang masih hidup. Nama makanan ini Sannakji. Gurita kecil yang masih hidup ini dipitong-potong lalu dibumbui dengan wijen dan minyak wijen.

2. Sebalnakji

Nggak jauh beda dari sannakji ada sebalnakji. Hanya saja, sebalnakji ini lebih ekstrim lagi karena gurita tadi itu disajikan secara utuh. Gurita ini juga diberi wijen dan minyak wijen yang berguna agar tentakelnya nggak menempel di mulut dan tenggorokan. Kamu akan merasakan sensasi gurita-gurita ini menggeliat di lidahmu. Karena berbahaya, hntuk memakannya pun harus dalam posisi yang benar. Kalau tidak, tentakelnya tidak membuat pernapasanmu tersumbat.

3. Gaebul (live spoon worm)

Pernah kebayang makan cacing, hidup-hidup pula? Di Korea ada makanan yang bernama Gaebul dimana cacing sendok dikonsumsi dan menjadi favorit rakyat Korea. Tapi tenang saja, meskipun terlihat menjijikkan, rasanya kenyal mirip tiram. Sebelum dimakan, Gaebul hidup ini dipotong-potong terlebih dahulu. Potongan-potongan yang tampak masih menggeliat itu lalu diberi minyak wijen dan garam atau bisa juga gochujang.

4. Gejang (raw crabs)

Makanan khas Korea yang satu ini berupa kepiting yang dikonsumsi mentah-mentah. Padahal untuk memecah cangkang kepiting saja terkadang butuh bantuan alat karena saking kerasnya. Namun, Gejang menggunakan bayi kepiting yang cangkangnya relatif masih lunak. Jenis kepiting yang digunakan adalah blue crab atau kkotge. Mengonsumsi kepiting mentah ini tinggal ditambahkan saus yang terbuat dari kecap asin, bawang putih, jahe, dan lain sebagainya. Orang Korea biasa memakannya dengan nasi.

5. Sundae (blood sausage)

Sundae yang satu ini bukan varian es krim salah satu merk fast food ternama di dunia, melainkan street food khas Korea. Dibuat dari usus sapi atau babi yang di dalamnya diisi berbagai jenis bahan seperti darah, nasi, daging, sayuran, dan bahan-bahan lainnya. Sebelum direbus, makanan ini dibumbui dulu dengan bawang, jahe dan minyak wijen. Sundae bisa dimakan begitu saja setelah dipotong-potong. Bisa juga dicocol saus dan garam. Namun selain itu, sundae ada yang diolah menjadi makanan lain yaitu Sundae-guk, Sundae-bokkeum, dan Baek-sundae-bokkeum.

6. Gopchang (barbeque intestine)

Bagi kamu penggila makanan angkringan, Gopchang cocok bagi lidahmu. Rasanya nggak jauh beda dari usus ayam yang biasa dijual di Indonesia sebagai teman makan nasi, atau pecel. Bedanya, usus yang digunakan dalam street food ini adalah usus sapi. Usus sapi ini kemudian dipanggang. Biasanya bersama bawang bombay, bell pepper, babat, atau bagian dalam sapi yang lainnya.

7. Beondegi (silkworm larvae)

Beondegi merupakan street food ekstrim yang banyak dijumpai di jalanan Korea. Salah satunya di Pasar Namdaemun. Camilan ini menggunakan larva ulat sutra yang direbus atau dikukus. Makanan yang telah ada di Korea sejak 1900-an ini dimarinasi dengan saus yang bahan utamanya adalah kecap asin sehingga rasanya gurih dan lezat. Di Korea sendiri bondaegi dikonsumsi sebagai snack saat minum soju atau makgeoli.

 

Jadi, itu tadi tujuh makanan ekstrim yang biasa dikonsumsi orang Korea. Bagaimana? Berani mencoba?

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *