Thursday , October 22 2020

7 Fakta The Meg, Film Blockbuster Paling Dinanti di Bulan Agustus

The Meg mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak 8 Agustus lalu. Film ini sendiri bercerita tentang hiu purba Megalodon yang dianggap sudah punah. Namun ternyata hiu itu kembali muncul dan manusia berusaha menghadapi teror dari hiu tersebut. Film blockbuster yang dinanti-nanti ini ternyata menyimpan berbagai fakta yang mengejutkan, lho. Simak terus paparan kami tentang fakta film The Meg.

1. Diadaptasi dari novel

The Meg diadaptasi dari novel karangan Steve Alten yang berjudul Meg: A Novel of Deep Terror. Novel ini dipublikasi tahun 1997 kemudian selanjutnya ia kembali merisi seri MEG berikutnya. Totalnya ada enam seri, yakni The Trench, MEG: Primal Waters, MEG: Hell’s Aquarium, MEG: Origins, MEG: Nightstalkers, dan MEG: Generations. Penulisnya terinspirasi dari Jaws, novel karya Peter Benchley tahun 1974 yang juga masuk layar lebar.

2. Demi film ini, Jason Statham renang dengan hiu

Jason Statham yang merupakan aktor laga ini berenang dengan hiu buas sebagai persiapannya syuting film The Meg. Ia bahkan bahagia bersama para hiu itu di bawah lautan karena katanya segala ketakutannya pudar ketika melihat pemandangan fenomenal yaitu hiu sepanjang tiga meter dari jarak yang sangat dekat. Itu dilakukannya di Fiji bersama sekelompok penyelam profesional. Sejak dulu, ia memang pengen melawan hiu. Kesempatan ini, meski hanya dalam film, merupakan pencapaian tersendiri baginya.

3. Budget fantastis sekitar 150 juta dolar

Tak salah jika film ini dijuluki film blockbuster. Budget untuk mengerjakannya saja 150 juta dolar atau lebih dari dua triliyun rupiah. Budget yang sama dengan dua film Marvell yang sukses di pasaran, The Incredible Hulk dan Thor. Untuk itu, pihak produksi menyasar pasar Tiongkok.

4. Awalnya Li Bingbing sempat menolak

Li Bingbing yang berperan menjadi istri Jason Statham semula menolak tawaran ini karena rasa takutnya syuting di bawah air. Untung saja, dia memilih bergabung dua minggu sebelum syuting dimulai dan berjuang keras menghafal dialog dalam bahasa inggris. Sementara ia tak lancar berbahasa Inggris. Sebelum film ini, ia sudah turut berperan dalam film-film Hollywood lainnya yaitu Guardians of the Tomb (2018), Resident Evil: Retribution (2012), dan Transformers: the Age of Extinction (2014).

5. Dihapusnya adegan kematian yang mengenaskan

Beberapa adegan yang seharusnya ada terpaksa dihapus oleh sang sutradara, Jon Turteltaub. Adegan-adegan tersebut adalah adegan kematian atau adegan yang berdarah-darah. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Rating untuk film ini pun PG-13 atau bimbingan orang tua sehingga anak-anak berusia di atas 13 tahun boleh menontonnya. Sedangkan jika mereka tetap mempertahankan adegan tersebut, mereka harus mengikhlaskan pasar remaja.

6. Li Bingbing merasa seperti akan mati saat syuting

Dalam salah satu adegan saat syuting, aktris kelahiran 27 Februari 1973 itu harus berada di dalam kurungan di dalam air dengan kedalaman lima sampai enam meter. Bayangkan, ia harus menahan napas selama di dalam air tersebut. Dan, take ini dilakukan berulang kali. Ia sempat menyerah, namun sang sutradara menyuruhnya untuk menahan napas selama 15 detik. Ia pun berhasil dan mendapat pujian dari sutradara yang pernah membesut film National Treasure.

7. Syuting di New Zealand

Sebagian syuting The Meg dilakukan selama beberapa bulan pada tahun 2016 di New Zealand. Tepatnya di Auckland. Karena itu, The Meg membantu pembukaan Kumeu Film Studio di Auckland. Dilansir dari Variety, fasilitas studio itu awalnya dibangun untuk syuting The Meg itu sendiri.

Jadi, itulah tujuh fakta tentang The Meg. Kalau penasaran sama ceritanya, tonton aja di bioskop-bioskop kesayanganmu. Biar efek horornya maksimal, cobain deh nonton versi 4Dnya. Selamat menonton!

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *