Thursday , October 29 2020

7 Alasan Mengapa Finlandia Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Bandingkan dengan Indonesia!

Mengapa Negara Finlandia Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia?

Berbicara mengenai sistem pendidikan, banyak orang di negeri ini menilai bahwa Indonesia memiliki sistem pendidikan yang kurang efektif. Terlalu banyak jam belajar, terlalu banyak mata pelajaran, dan terlalu banyak ujian. Lalu, apakah indikator bahwa suatu negara dapat dikatakan memiliki sistem pendidikan yang baik?

Nah, di artikel kali ini, halokawan.com akan mengulas bagaimana sistem pendidikan di Finlandia, negara yang selalu konsisten menempati ranking teratas dalam hal sistem pendidikan. Lantas bagaimana perbandingan sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia?

Berikut ini adalah 7 alasan mengapa Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

1. Tidak ada Ujian Berstandar

Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, sistem pendidikan di Indonesia mewajibkan semua siswa untuk mengikuti ujian tiap semester dan ujian berstandar Nasional di setiap akhir jenjang sekolah. Sistem yang berjalan ini mau tidak mau membuat banyak siswa hanya terfokus untuk lulus dan mendapatkan nilai yang tinggi. Di pihak lain, para guru juga dituntut untuk dapat meluluskan siswa-siswanya.

Berbeda dan bandingkan dengan Indonesia, Finlandia hanya memiliki satu ujian berstandar yang ditujukan bagi siswa tingkat akhir di sekolah menengah atas, yaitu Mandated Standardized Test. Dengan hanya ada satu tes, para guru menjadi lebih fleksibel dalam memberikan materi di kelas dan tidak terpaku hanya pada silabus sekolah. Mereka tidak akan memaksa siswa untuk memahami materi, justru mereka berusaha memacu siswa untuk berpikir.

Guru di Finlandia menyadari bahwa untuk mendorong siswa agar terus belajar bukanlah dengan memberikan banyak ujian, tetapi membantu mereka menemukan kebahagiaan dalam belajar.

2. Jarang Ada PR

Salah satu hal yang paling mengejutkan mengenai sistem pendidikan di Finlandia adalah jarangnya pekerjaan rumah yang diberikan dari sekolah. Para guru sengaja tidak memberikan banyak PR supaya siswa memiliki waktu lebih banyak untuk bermain, berkumpul bersama keluarga, menggeluti hobi, berolahraga, dan tentunya menikmati hidup mereka. Aktivitas semacam ini dinilai akan mendorong siswa untuk lebih mampu mengekspresikan dirinya, kreatif, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dan ini juga termasuk belajar, bukan?

Selain itu, Finlandia juga memiliki waktu belajar terpendek di antara semua sekolah yang ada di Barat. Lalu bagaimana para siswa dapat menguasai materi? Salah satu guru di Finlandia mengatakan bahwa apabila otak dituntut untuk terus bekerja, maka seorang anak  justru akan berhenti belajar, karena dalam belajar otak harus dalam keadaan rileks. Jadi, mereka berpendapat bahwa tidak ada gunanya untuk terus memberikan banyak materi kepada siswa. Less is more. Sedikit, tapi efektif.

3. Memiliki Banyak Kelas Seni

Sistem pendidikan di banyak negara menanamkan pemahaman bahwa IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) dan Matematika lebih penting dari hanya sekedar bermain musik atau berolahraga. Namun, tahukah kamu bahwa setiap anak berbeda dan memiliki cara masing-masing untuk membuat otaknya berkembang.

Hal ini disadari oleh para guru di Finlandia (Finland), mereka terus mendorong siswanya untuk menggunakan otak semaksimal mungkin dengan memberikan mata pelajaran yang mungkin dianggap kurang penting, seperti memasak, bermain musik, olahraga, melukis, dan pelajaran seni lainnya. Dengan begini, siswa justru lebih mengenal kemampuan masing-masing dan akan terus menggali potensi dalam diri mereka. Mereka bisa jadi apa saja yang mereka mau.

4. Bekerjasama, Bukan Berkompetisi

Alasan paling mengesankan mengapa Finlandia memiliki sistem pendidikan (pengajaran) terbaik di dunia adalah suasana yang dibangun di dalam kelas. Siswa didorong untuk bekerja sama dengan siswa lain, bukan untuk berkompetisi. Guru pun berfokus pada pengembangan siswa, guru akan memastikan bahwa setiap siswa memahami pelajaran yang mereka pelajari. Alhasil, tidak ada yang namanya siswa terbelakang di sini.

5. Semua Sekolah Memiliki Kualitas yang Setara

Di Finlandia, para orang tua tidak perlu pusing dalam memilih sekolah terbaik untuk anak mereka, sebab semua sekolah memiliki standar yang setara. Tidak ada yang namanya sekolah favorit.

Selain itu, pemerintah Finlandia juga mengilegalkan suatu sekolah untuk meminta uang sekolah kepada orang tua, maka dari itu di sini tidak ada yang namanya sekolah swasta. Jadi, anak orang kaya maupun miskin akan sekolah di tempat yang sama. Mereka akan berbaur dan belajar bersama.

6. Profesi Guru Sangat Dihargai

Mungkin kita berpikir bahwa pekerjaan sebagai guru di Finlandia merupakan profesi yang santai dan menyenangkan karena tidak banyak tuntutan. Ya, itu memang benar. Bahkan, meskipun memiliki jam kerja yang lebih sedikit dibanding sekolah-sekolah di negara Barat lainnya, guru di sini justru diberi gaji yang lebih besar.

Tapi, bukan berarti mereka memiliki kualitas yang rendah. Semua guru dituntut untuk memiliki gelar S2 sebelum masuk ke profesi ini. Dan untuk menjadi seorang guru di sini memerlukan kualifikasi yang tinggi dan penerimaannya pun sangat selektif. Oleh karena itulah tidak heran apabila profesi guru memiliki penghargaan yang sama seperti profesi pengacara atau dokter.

7. Berhasil Mencetak Generasi yang Berprestasi

Apakah sistem pendidikan mempengaruhi outcome-learning dari siswa? Well, tentunya. Finlandia tidak akan dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik apabila siswa-siswanya tidak berprestasi. Meskipun pembelajarannya santai, sistem pendidikan di Finlandia terbukti berhasil. Sekolah di Finlandia memiliki tingkat kelulusan tertinggi dari seluruh sekolah di Eropa. Bahkan, di ujian Internasional, siswa-siswa di Finlandia menempati rangking pertama dalam mata pelajaran Matematika dan Sains. Menakjubkan, bukan?

Nah, mungkin sekian dulu 7 alasan mengapa Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Dari sini kita memahami bahwa seharusnya belajar membuat kita semangat dan lebih termotivasi, bukan malah jadi stres dan demotivated. Setuju? Kita ketemu di artikel-artikel selanjutnya, bye!

Feature image : independent.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *