Tuesday , October 20 2020

5 Lambang Kecantikan Wanita pada Zaman Dahulu, Unik atau Ekstrim?

Berbicara tentang standar kecantikan, tampaknya sudah jelas ya bahwa di zaman sekarang ini cantik identik dengan kulit putih mulus, hidung mancung, badan tinggi semampai dan rambut lurus panjang. Tapi bagaimana dengan zaman dahulu? Apakah standar kecantikan mereka sama dengan masyarakat modern saat ini? Tentunya tidak ya! Faktanya, nenek moyang kita memiliki cara tersendiri untuk menciptakan kecantikan yang ideal.

Cara-cara tersebut terbilang cukup unik, tapi juga sangat ekstrim loh! Kamu penasaran? Berikut standar kecantikan dari seluruh dunia yang bakal membuatmu geleng kepala. Cekidot!

  1. Melubangi Bibir Selebar Mungkin, Ethiopia

Kamu pernah teriris pisau? Pastinya sakit, bukan? Ya, itulah yang dirasakan oleh wanita-wanita Suku Mursi di Ethiopia. Ketika usia mereka mencapai 15 tahun, bibir bagian bawah mereka dilubangi dengan pisau tajam. Kemudian lubang tersebut dimasuki bambu kecil. Setelah beberapa minggu, bambu akan diganti dengan piringan hitam yang diameternya lebih besar. Maksimal ukuran piringan tersebut, sekitar 10-20 cm.

Terdengar menyakitkan ya? Tapi bagi masyarakat disana, semakin lebar bibir maka semakin cantik. Tak tanggung-tanggung, piringan itu harus terus dilekatkan di bibirnya selama suami masih hidup.

  1. Memanjangkan Cuping Telinga, Kenya dan Indonesia

Tak kalah menyakitkan dari sebelumnya, beberapa suku di dunia ada yang memiliki tradisi aneh yakni memanjangkan cuping telinga. Tradisi ini dimiliki oleh Suku Masai di Kenya Selatan dan Suku Dayak di Kalimantan, Indonesia. Bagi mereka, semakin panjang cuping telinga maka semakin cantik dan anggun.

Adapun cara yang dilakukan oleh suku Masai untuk memanjangkan cuping terbilang cukup mengerikan, mulai dari menindiknya dengan gading gajah, rating pohon dan benda-benda berat lainnya.

Sedangkan suku dayak, biasanya menindik telinga dengan logam-logam berat semenjak usia si gadis masih 1 tahun. Mereka terbiasa mengenakan banyak anting di telinganya, sampai cupingnya menjadi semakin panjang.

  1. Memanjangkan Leher, Myanmar

Leher yang jenjang dan terlihat panjang memang kerap dianggap seksi. Tapi bagaimana bila ukuran panjangnya terlalu ekstrim, seperti yang dimiliki wanita-wanita suku Kayan di Myanmar ini? Gak main-main, mereka memanjangkan leher dengan sebuah kalung besi. Seremnya lagi, kalung tersebut dikenakan sejak si wanita berusia 5 tahun hingga bertahun-tahun lamanya.

Namun sayang, pengorbanan mereka yang menyakitkan itu malah berdampak negatif. Tekanan dari kalung besi tersebut kerap membuat leher menjadi merah, memar, bahkan tak jarang malah cacat.

  1. Mengecilkan Pinggang dengan Korset, Era Victoria-Inggris

Mengenakan korset untuk mengecilkan pinggang rupanya sudah dilakukan oleh wanita-wanita di Inggris sejak zaman dahulu. Tepatnya pada era victoria. Mereka memakai korset guna mengecilkan pinggang sehingga nantinya bisa terlihat lebih seksi. Namun ngerinya, cara mereka memakai korset sangatlah ekstrim. Yakni diikat dengan sangat kuat dan sangat jarang dilepas.

Memang, hasilnya pinggang mereka jadi kecil banget. Tapi efek negatifnya malah memicu berbagai risiko penyakit. Menurut ahli medis, pemakaian korset berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan otot, paru-paru, hati hingga jantung.

  1. Foot Binding-Pengikatan Kaki Secara Ekstrim, China Kuno

Pada masa Dinasti Tang, masyarakat China memiliki kebiasaan yang terbilang cukup aneh. Yakni mengikat kaki seekstrim mungkin demi mendapatkan ukuran kaki yang kecil, dimana idealnya sekitar 10-15 sentimeter.

Ya, bagi mereka, ukuran kaki kecil dianggap sebagai simbol kecantikan. Tak ayal, sejak berusia 4 tahun, anak-anak gadis sudah diikat kakiknya menggunakan kain yang sangat ketat. Selain itu, mereka juga dipaksa mengenakan sepatu berukuran kecil. Tentunya hal ini sangat tidak baik untuk kesehatan. Selain memicu cacat tulang dan kelumpuhan, juga bisa menyebabkan kematian akibat infeksi.

Demikianlah beberapa tradisi-tradisi aneh di dunia yang dianggap melambangkan kecantikan. Mungkin inilah wujud sebenarnya dari pepatah yang mengatakan ‘beauty is pain’, setuju?

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *