5 Cara Melatih Keterampilan Sosial Anak Usia Dini

Keterampilan sosial adalah keterampilan yang dimiliki seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, baik itu dengan keluarganya, dengan orang yang lebih tua, atau dengan teman sebayanya. Kenapa penting untuk menerapkan cara melatih keterampilan sosial anak usia dini, tidakkah lebih baik anak-anak dibiarkan bebas untuk bertindak sesuka hatinya untuk agar daya kreativitas dan imajinasinya bisa berkembang? Ternyata justru sebaliknya, memberikan pendidikan keterampilan sosial kepada anak sejak usia dini justru akan lebih baik bagi pembentukan karakternya karena apa yang menjadi karakternya saat kecil biasanya akan terbawa hingga ia dewasa.

Karena yang termasuk dalam keterampilan sosial adalah menunjukkan perilaku yang santun dan sopan, bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang baik, bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang positif, menghormati dan menghargai orang lain dan masih banyak lagi lainnya. Bagaimana caranya agar anak punya perilaku yang baik sejak kecil? Berikut adalah beberapa tips cara melatih keterampilan sosial anak usia dini.

Tentukan tahapan perkembangan sosialnya

Cara mendidik keterampilan sosial anak harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan mental dan juga usianya. Untuk anak balita misalnya, pendekatan keterampilan sosial yang paling efektif adalah dengan menggunakan perintah-perintah langsung dan berkalimat pendek. Anak-anak usia balita belum bisa memahami penjelasan dengan kalimat yang panjang kenapa hal tertentu tidak boleh dilakukan. Anda bisa mulai berkomunikasi dengan anak menggunakan kalimat yang lebih panjang pada anak-anak dengan usia di atas 6 tahun.

Anak-anak usia 6 tahun sudah bisa mengerti mana kata-kata yang buruk, bagaimana caranya berterima kasih dan meminta maaf. Pada usia ini usaha Anda untuk mengajarkan keterampilan sosial harus disertai dengan alasan dan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua agar anak pun bisa paham alasan dibalik Anda melarang atau menyuruhnya untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan keterampilan sosial.

Undang teman anak ke rumah

Cara melatih keterampilan sosial anak usia dini selanjutnya adalah dengan mengundang teman anak Anda untuk datang dan main ke rumah. Mengundang anak lain untuk bermain dengan anak Anda ke rumah bisa mengajarkan anak mengenai bagaimana berbagi dengan orang, menunjukkan perilaku yang baik dan sopan, serta berempati, mengajari bagaimana caranya untuk berkompromi karena ia akan berbagi tempat, mainan, makanan, dan hal lainnya bersama dengan anak lain. Anda juga bisa mengajari anak untuk menghormati personal space yang dimiliki oleh orang lain dan menghindari hal-hal yang bisa membuat orang lain jadi merasa kurang nyaman. Misalnya selalu bertanya dulu atau minta izin jika ingin melakukan sesuatu bersama dengan temannya, tidak memaksa teman untuk melakukan sesuatu, dan lainnya.

Latih keterampilan sosial dengan permainan

Board game adalah jenis permainan yang bisa Anda coba untuk dimainkan bersama dengan anak atau mendorong anak untuk mengajak teman lainnya untuk bermain di mana permainan ini bisa membantu mengembangkan keterampilan sosial anak terutama dalam interaksinya bersama dengan orang lain di suasana yang lebih santai. Ketika bermain maka emosi atau perilaku yang biasa ditunjukkan orang adalah emosi yang senang ketika berhasil mendapatkan sesuatu, emosi kesal atau marah ketika kalah, anak-anak juga bisa belajar untuk bersabar, berkompetisi, bisa mematuhi peraturan yang berlaku, dan sebagainya. Permainan lain yang bisa dicoba untuk melatih kemampuan anak mendeteksi emosi yang dirasakan orang lain adalah misalnya dengan menyetelkannya film atau serial tanpa suara dan tanpa teks kemudian minta anak untuk menebak ekspresi apa yang sedang dirasakan oleh si aktor.

Biarkan anak mengalami dan mengenali emosinya sendiri

Banyak orang tua yang memberikan perlakuan kurang baik pada anak-anaknya dengan menyalahkan emosi atau perasaan yang sedang anak rasakan. Anak-anak bisa merasa sedih, marah, kecewa, senang, bad mood tanpa alasan yang jelas, dan berbagai macam emosi lainnya baik positif maupun negatif yang seringkali perasaan-perasaan tersebut ditujukan pada orang tuanya. Izinkan anak untuk mengalami emosi-emosi tersebut karena hanya dengan begitu mereka bisa belajar untuk memahami dirinya sendiri dan nantinya akan lebih mudah memahami orang lain.

Ajari untuk melihat mata orang

Mengajari anak untuk terbiasa melihat mata orang ketika berbicara adalah hal yang penting dalam cara melatih keterampilan sosial anak usia dini. Kebiasaan memandang mata lawan bicaranya tidak hanya akan membuatnya lebih bisa memahami emosi orang lain tapi juga bisa jadi cara untuk membangun kepercayaan dirinya. Orang yang bisa memandang mata orang lain ketika berbicara satu sama lain biasanya memiliki kepercayaan diri yang cukup baik dan bisa menimbulkan kesan yang lebih baik pada orang lain. Cara untuk melatih anak melakukan kontak mata adalah dengan selalu memandang matanya ketika Anda berbicara dengan anak, turunlah untuk memposisikan diri sejajar dengan matanya, bacakan cerita sambil sesekali menatap mata anak, lakukan permainan staring contest, dan lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *