Saturday , October 31 2020

4 Tahapan Menstruasi dan Perubahan Pada Tubuh Wanita

Banyak wanita yang sering kali bertanya-tanya ketika tubuhnya mengalami perubahan pada saat menstruasi. Siklus menstruasi pada wanita memang kerap menyebabkan banyak perubahan fisik dan mental pada wanita setiap satu bulan sekali. Jadi wajar saja jika ada banyak perubahan yang terjadi.

Bahkan, perubahan hormon yang terjadi pada tubuh seorang wanita ketika sedang menstruasi dapat menyebabkan perubahan emosi yang tidak stabil. Ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi pasti ia akan menjadi lebih uring-uringan. Apapun yang dilakukan pun cenderung serba salah. Perubahan keseimbangan hormon itulah yang menyebabkan emosi wanita menjadi lebih labil.

Ada beberapa fakta yang mempengaruhi kondisi tubuh wanita ketika sebelum ataupun sedang berlangsungnya menstruasi. Untuk mengetahui info selengkapnya mengenai perubahan yang terjadi pada tubuh wanita, mari simak dulu ulasannya berikut ini!

Sebelum Menstruasi Perut Akan Terasa Kembung dan Penuh

Ternyata hormon estrogen dan progesterone memiliki peranan penting terhadap timbulnya gangguan yang terjadi pada saluran pencernaan. Gangguan ini sering kali terjadi pada periode pra-menstruasi ataupun saat menstruasi sedang berlangsung. Reseptor dari kedua hormon ditemukan pada sel gastrointestinal atau saluran cerna sehingga kedua hormon tersebut terjadi fluktuasi atau perubahan naik turun. Akibat terjadinya fluktuasi tersebut sistem saluran pencernaan pun terpengaruh sehingga perut menjadi lebih kembung dan penuh.

Progesteron bisa mengakibatkan terjadinya penurunan tonus sfingter esofagus dan proses pengosongan lambung pun menjadi lebih terhambat. Di hari pertama menstruasi kadar progesteron akan mengalami penurunan secara drastis. Sedangkan kadar prostaglandin akan meningkat sehingga kontraktilitas dan motilitas usus besar akan terstimulasi lebih kuat. Itulah sebabnya mengapa pada periode pra menstruasi akan timbul keluhan-keluhan seperti nyeri kembung. Bahkan keluhan-keluhan lain seperti diare, muntah dan nyeri perut dapat timbul pada saat periode menstruasi.

Nafsu Makan Meningkat Beberapa Hari Menjelang Menstruasi

Sebelum menstruasi biasanya seorang wanita akan mengalami peningkatan nafsu makan. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya penurunan kadar estrogen dan peningkatan kadar progesteron yang dijumpai selama fase luteal (periode setelah masa subur dan sebelum menstruasi).

Estrogen dipercaya memiliki efek supresi terhadap produksi leptin sehingga dapat menentukan persepsi lapar atau kenyang. Efek tersebut dapat mempengaruhi sinyal kimia yang dihasilkan oleh sel lemak kepada otak. Hal tersebut juga memiliki efek lipolitik yang dapat membantu perpindahan asam lemak pada saat berolahraga. Dalam hal ini, hormon progesteron sangat berkontribusi terhadap timbulnya anxietas atau kecemasan yang terjadi sebelum menstruasi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih kritis terhadap tubuhnya. Kombinasi perubahan kedua hormon tersebut dapat menyebabkan nafsu makan seorang wanita menjadi lebih meningkat selama periode pra-menstruasi.

Perubahan Berat Badan Menjelang Menstruasi

Ketika menjelang menstruasi, biasanya berat badan seorang wanita mengalami perubahan dan cenderung naik. Dalam hal ini, pertambahan berat badan tidak akan meninmbulkan efek yang serius dan masih dianggap normal. Anda juga bisa mengontrol kondisi berat badan selama periode menstruasi. Alangkah baiknya, jika Anda bisa menyiasati nafsu makan yang bertambah dalam periode ini. Misalnya dengan mengubah pola makan menjadi lebih sering dengan porsi kecil saja (small frequent feeding).

Selain itu, Anda juga dapat memilih sumber karbohidrat lainnya seperti sereal, kacang-kacangan, buah-buahan dan sumber makanan yang mengandung protein. Apabila Anda sudah mengetahui kondisi tersebut, alangkah baiknya untuk lebih bijak dalam mengelola stres. Tujuannya agar emosi dan nafsu makan lebih terkendali.

Berikut ini ada 4 tahap yang biasanya selalu terjadi dalam proses sebelum hingga sesudah menstruasi!

1. Empat Minggu Sebelum Menstruasi

Biasanya kelenjar pituitari pada otak akan melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone dalam aliran darah. Aktivitas tersebut biasanya akan terjadi selama satu bulan sebelum menstruasi. Pelepasan dua hormon tersebut adalah isyarat untuk ovarioum dalam melepaskan sel telurnya.

Ketika pesan diterima, ovarium akan melepaskan sel telur yang paling dewasa ke dalam saluran indung telur (tuba falopi). Melalui saluran tersebut, sel telur membutuhkan waktu dalam beberapa hari untuk mencapai rahim.

Ovarium meningkatkan produksi estrogen selama sel telur melakukan perjalanannya. Hormon ini dapat membantu tepi rahim dalam menyiapkan diri untuk tempat berdiamnya embrio.

2. Dua Minggu Sebelum Menstruasi

Ketika rahim membangun jaringan dengan meningkatkan asupan darah, indung telur melepaskan hormon progesteron atau hormon kunci kehamilan. Suhu tubuh wanita akan meningkat beberapa derajat ketika hal tersebut terjadi. Progesteron yang membuat saluran ASI di payudara melebar. Itulah sebabnya mengapa payudara terlihat lebih besar dan sakit jika disentuh.

Progesteron ini dapat mengganggu sirkulasi kimia otak seperti mengatur hormon pengatur mood yang dinamakan serotonin. Hal ini bisa memberikan efek amygdala, yaitu struktur otak yang berhubungan dengan emosi. Hasilnya, emosi pre menstruation syndrome (PMS) menjadi mudah marah dan gelisah.

Progesteron dan estrogen bersama-sama mengatur dalam mempersiapkan rahim. Ketika proses persiapan rahim ini terjadi, usus dalam kondisi rileks. Itulah mengapa produksi gas meningkat sehingga mengakibatkan perut terasa kembung. Perubahan tersebut dapat memicu wanita untuk makan terus-menerus.

3. Ketika Menstruasi Tiba

Pada saat sel telur tidak dibuahi, produksi estrogen dan progesteron pun mulai menurun. Dari situlah kondisi emosi seseorang kembali dalam posisi normal setelah PMS berakhir.

Saat itu juga, uterin perlahan melepaskan hormon prostaglandin. Hormon ini bisa membantu melepaskan jaringan dan darah lebih yang menumpuk di rahim. Prostaglandin mendorong otot rahim berkontraksi sehingga menimbulkan rasa sakit ketika menstruasi.

Ada sebagaian wanita yang merasa mual karena prostaglandin tersebut. Hal tersebut bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat seperti ibuprofen atau rutin berolahraga. Sebetulnya, rata-rata darah yang keluar dari dalam tubuh pada saat menstruasi hanya berkisar satu cangkir atau beberapa sendok makan saja.

4. Ketika Menstruasi Berakhir

Pada saat periode menstruasi berakhir, ketidakstabilan emosi akibat ketidakseimbangan hormon pun ikut berakhir. Indung telur pun akan mulai melepaskan sel telurnya dan proses tersebut akan dimulai kembali dari awal.

Nah, sekarang sudah tahu dong alasannya mengapa tubuh seorang wanita mengalami perubahan hormon ketika sedang menstruasi? Sebaiknya Anda selalu memperhatikan gejala-gejalanya sebelum datangnya menstruasi.