Wednesday , October 28 2020

4 Penyebab Kebotakan di Usia Dini yang Paling Sering Terjadi

Sekarang, masalah kebotakan tidak hanya mengancam orang-orang yang berusia senja saja, orang yang masih muda pun memiliki peluang untuk mengalami kebotakan. Bahkan, berdasarkan penelitian terbaru, para kaum muda saat ini mengalami kebotakan lebih cepat dibanding dengan generasi-generasi sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 4000 mahasiswa usia 20-an di China dan menghasilkan kesimpulan bahwa generasi sekarang mengalami kebotakan yang lebih cepat. Kok bisa begitu ya? Kira-kira apa penyebab kebotakan di usia dini? Kalau penasaran, simak terus rangkuman berikut ini.

1. Keturunan

Salah satu faktor terbesar penyebab kebotakan adalah keturunan, yaitu terdapat gen kebotakan yang diturunkan dari orang tua. Dugaan ini telah dibuktikan oleh sekelompok ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat. Mereka meneliti suatu kondisi langka menyangkut kebotakan dini yang terjadi pada beberapa keluarga di India dan Pakistan.

Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa terdapat gen APCDD1 yang menyebabkan kebotakan dini tersebut. Adanya gen ini pada seseorang menyebabkan kantung akar rambut menciut, sehingga rambut yang tumbuh adalah rambut yang halus dan kurang pigmentasi. Oleh karena itulah, rambut jadi mudah patah dan rontok. Namun, tidak hanya dikarenakan gen ini, kebotakan pada pria juga bisa berkaitan dengan gen yang mengatur hormon testosteron.

2. Stres

Salah satu penyebab kebotakan dini adalah stres psikologikal. Misalnya, saat kamu mengalami kekhawatiran yang berkepanjangan. Saat kamu mengalami tekanan terus-menerus. Saat kamu merasa tidak nyaman dan kesepian. Perasaan-perasaan tersebut termasuk stres yang dapat memicu terhambatnya pertumbuhan rambut. Lalu, bagaimana stres dapat menyebabkan kebotakan? Jadi, ada tiga jenis kebotakan yang disebabkan oleh stres.

  • Yang pertama adalah alopecia areata. Jenis kebotakan ini yang paling sering dialami oleh pria. Alopecia areata ditandai dengan kerontokan di area kulit rambut, sehingga kebotakan bisa terjadi di area tertentu yang berbentuk melingkar atau kebotakan seluruhnya.
  • Jenis kebotakan yang paling sering selanjutnya adalah adalah telogen effluvium. Kamu akan menyadari bahwa kamu mengalami kebotakan ini apabila rambutmu rontok secara tidak wajar atau melebihi 100 helai per hari.

Rambut memiliki fase pertumbuhan, yaitu fase aktif, istirahat, dan kerontokan. Biasanya fase aktif berlangsung selama 2-5 tahun, lalu akan masuk ke fase istirahat selama 2-4 minggu, dan berakhir dengan fase kerontokan. Jadi, sebenarnya rambut rontok adalah hal yang wajar.  Namun, saat kamu mengalami stres, akan ada lebih banyak rambut yang masuk ke fase istirahat sehingga jumlah rambut yang rontok juga semakin banyak.

  • Dan yang terakhir adalah trikotilomania. Untuk yang terakhir ini sebenarnya tidak berhubungan dengan kondisi psikologis, melainkan efek yang mungkin terjadi saat kamu mengalami stres. Trikotilomania merupakan kebiasaan menarik rambut yang dapat membuat rambut rusak dan rontok. Saat seseorang mengalami stres, ia biasanya akan secara spontan menarik rambut untuk meredakan stresnya.

3. Diet

Penyebab lainnya kebotakan di usia dini adalah diet atau pola makan. Sebab, kesehatan rambut dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari luar dan faktor dari dalam. Faktor dari luar berhubungan dengan bagaimana kamu merawat rambutmu, misalnya melalui shampo, creambath, masker rambut, dan lainnya. Sedangkan faktor dari dalam berhubungan dengan gen, kondisi psikologis, dan juga pola makan.

Dengan pola makan yang seimbang, maka kamu akan memiliki cukup vitamin dan mineral untuk menutrisi rambut dari dalam. Vitamin dan mineral ini juga akan mempengaruhi warna rambut, struktur, kemampuan produksi rambut, dan keratinisasi.

Dengan pola makan yang sehat dan seimbang, ikatan protein di dalam rambut akan semakin kuat sehingga rambut tidak gampang rontok. Namun sebaliknya, apabila rambut kekurangan vitamin, maka ikatan rambut akan lemah dan rentan rontok. Untuk itu penuhi kebutuhan nutrisi rambut, terutama protein, vitamin D, dan zinc.

4. Kebiasaan Merokok dan Alkohol

Ternyata, merokok tidak hanya menyebabkan kanker dan penyakit jantung, tetapi juga dapat mempercepat kebotakan. Seperti yang kita tahu, rokok mengandung zat nikotin. Semakin tinggi kadar nikotin di dalam tubuh, maka tubuh akan mengaktifkan hormon stres sehingga lemak terbebas ke dalam aliran darah.

Kondisi ini menyebabkan berkurangnya kadar oksigen di dalam aliran darah. Dan dampaknya, folikel rambut menjadi kekurangan asupan nutrisi dan mineral. Oleh karena itulah, folikel rambut tidak dapat berfungsi secara optimal

Sedangkan alkohol sendiri menyebabkan kebotakan dengan cara menyerap zat besi yang ada di dalam tubuh. Alkohol juga memiliki sifat diuretik yang akan menyebabkan dehidrasi, sehingga tubuh akan kesulitan untuk menyerap nutrisi penting. Dengan sifat diuretik alkohol ini pula kelembaban rambut akan berkurang sehingga akan lebih rapuh dan rentan rontok.

Nah, mungkin sekian dulu artikel mengenai 4 penyebab kebotakan di usia dini. Semoga artikel ini dapat membantu dan membuka wawasan pembaca. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *