Sunday , October 25 2020

12 Kesalahan Soal Celana Dalam Yang Mungkin Masih Kamu Lakuin

“Duh, ngapain sih pusing soal CD. Toh dipakainya di dalam, nggak kelihatan dari luar juga..”. Eit, jangan salah. Keliru memilih celana dalam bisa berakibat fatal lho, khususnya bagi kesehatan. Untuk itu, yuk simak apa saja kesalahan soal celana dalam yang harus segera dihentikan.

1. Tidak berbahan katun

Kebanyakan celana dalam katun mungkin tidak memiliki style yang seksi. Namun hal ini tak mengubah fakta kalau bahan katunlah yang paling sehat.

Lain halnya dengan sutra dan sintetis yang tidak breathable. Bahan ini berpotensi meningkatkan kelembaban di area keintiman sehingga memicu infeksi jamur atau bakteri. Jadi kalaupun terpaksa mengenakan CD berbahan sintetis, pilih yang bagian selangkangannya terbuat dari katun.

2. Memilih thongs

Thongs mungkin membuat kamu merasa seksi, namun model celana dalam ini dapat menyebarkan bakteri E.coli dari dubur ke Miss V atau uretra. Lebih dari itu, bahannya yang tipis mampu memicu iritasi sehingga tumbuh benjolan di bibir kemaluan dan dubur.

3. Tetap pakai CD saat tidur

“Oh, no! Masak nggak boleh pakai CD waktu tidur?!”  Yup! Saran ‘jangan pakai CD waktu tidur” mungkin aneh, namun bukan berarti kalau kamu harus terlelap dalam keadaan telanjang.

Cukup tanggalkan pakaian dalam (BH dan CD) sebelum mengenakan piyama. Membiasakan diri melakukannya dapat meminimalisir risiko (atau kambuhnya) infeksi jamur maupun bakteri di organ keintiman.

4. Tidak pakai saat siang

Memang benar bahwa ‘bagian bawah sana’  harus sering diangin-anginkan agar tidak jadi sarang jamur dan bakteri. Walau begitu, bukan berarti kalau kamu tidak perlu pakai CD seharian, setiap hari. Pada beberapa kondisi, CD tetap wajib dikenakan, khususnya kalau busana yang dipakai berpotensi menyebabkan gesekan, seperti jeans misalnya.

5. Salah pilih ukuran

Mungkin tak ada yang bersedia memakai celana dalam kendur atau oversized. Akan tetapi, mengenakan  CD yang kekecilan juga salah. Busana yang terlalu ketat dapat memicu gesekan dan iritasi antara bahan pakaian dengan kulit, dan hal ini juga berlaku untuk CD. Selain itu, celana dalam kekecilan juga bisa menahan kelembaban sehingga memicu infeksi jamur.

6. Mengenakan CD berwarna-warni

Walau CD warna-warni bikin penampilan lebih wow (setidaknya di mata kamu sendiri), namun hal ini ternyata berbahaya lho. Alasannya karena pewarna tambahan yang terkandung pada bahan CD dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar Miss V, terutama bagi perempuan yang rawan mengalami kambuhnya infeksi di area tersebut. Karenanya sebaiknya pilihlah CD berwarna putih saja.

7. Keliru memilih CD ketika berolahraga

Jika ada sport bra yang dikhususkan untuk olahraga, ternyata ada CD khusus juga untuk aktivitas padat keringat satu ini. Celana dalam yang dimaksud bukan katun lho, tapi yang memenuhi kriteria:

  • Tidak terlalu ketat
  • Terbuat dari bahan breathable serta yang menyerap keringat

8. Tidak segera mengganti CD setelah berolahraga

Tidak segera mengganti CD ataupun baju setelah berolahraga dapat memicu jock itch (tinea cruris), infeksi jamur yang menyerang paha dalam, selangkangan, serta pantat.

9. Mengeringkan CD menggunakan dryer

Suhu panas mesin pengering dapat merusak bahan celana dalam sehingga keelastisannya berkurang. Oleh karena itu, lebih baik keringkan CD dengan cara digantung (angin-anginkan) saja.

10. Salah pilih detergen

Kesalahan berikutnya adalah mencuci CD dengan deterjen yang sama untuk pakaian luar. Ingat, organ keintiman merupakan area yang lebih sensitif dibanding siku maupun bagian tubuh lainnya. Karenanya, gunakan deterjen berlabel hypo-allergenic atau setidaknya, pilih yang tidak mengandung banyak pewangi saat mencuci celana dalam.

11. Keliru pilih modelnya

Sama seperti wajah, pantat juga terbagi menjadi beberapa bentuk dasar seperti kotak, V, A, bundar, atau hati terbalik. Tugas kamu adalah menemukan bentuk dasar pantatmu, lalu memilih model celana dalam mana yang paling sesuai dengan itu.

Selain itu, model celana dalam juga perlu disesuaikan dengan pakaian luar. Hindari mengenakan CD high-waisted jika jeans yang dipakai jenis hipster atau low-waisted, demikian sebaliknya.

Jangan pula memakai CD bermotif bersamaan dengan bawahan tipis (nerawang) karena bisa membuatnya kentara dari luar. Bila bawahan luarnya berwarna putih, maka CD-nya harus berwarna tan/ nude (warna kulit), bukan putih, sehingga tak kelihatan dari luar.

Terakhir, pilih CD tipe flat seam atau seamless (tanpa border) ketika mengenakan bawahan seperti legging, jegging, atau yang sejenis itu.

12. Keseringan pakai CD korset

Walau CD model ini bisa membuat lekuk tubuh lebih indah, tapi terlalu sering mengenakannya berpotensi memicu masalah kesehatan seperti asam lambung, masalah kencing, hingga menyusutnya organ dalam tubuh.

Jadi itulah tadi ulasan mengenai beberapa kesalahan soal celana dalam yang harus dihindari. Semoga bermanfaat!

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *