Tuesday , October 20 2020

12 Fakta Soal Kehidupan di Jepang Yang Bikin Kepala Geleng-Geleng

Salah satu negara tujuan wisata favorit orang Indonesia adalah Jepang. Ada banyak hal menarik yang perlu diketahui dari negeri sakura ini seperti etos kerja penduduknya hingga buah semangka yang berbentuk kubus.

Lebih dari itu, negara matahari terbit ini juga menyimpan beberapa fakta mencengangkan seputar kehidupan. Apa sajakah itu?!

1.Banyak orang ‘hilang’

Bagi orang Jepang, tak ada yang lebih buruk dibanding kehilangan respek. Kondisi seperti gagal ujian, kehilangan pekerjaan, perceraian, dan hutang, semua itu dapat membuat mereka melenyapkan diri sendiri maupun keluarganya. Beberapa bahkan nekat bunuh diri, sedangkan lainnya memilih ‘menghilang demi kebaikan’.

Data mencatat antara 80K-100K orang dinyatakan hilang setiap tahunnya. Biasanya, baik polisi maupun anggota keluarga, takkan mencari orang hilang ini karena mereka berpikir ia sudah bunuh diri. Menyedihkannya lagi, topik mengenai ‘orang hilang’ ini dianggap tabu sehingga jarang dibicarakan.

Bagi mereka yang memutuskan menghilang, ada 2 cara melakukannya. Pertama, pindah ke kota Sanya yang lokasinya tak ada dalam peta. Secara teknis, kota tersebut bahkan tak pernah ada. Itu adalah perkampungan miskin di Tokyo yang namanya sudah dihapuskan oleh pemerintah. Sulit untuk hidup di sana karena kondisinya buruk. Kedua, tetap di rumah, ganti pekerjaan, dan menjauhi teman maupun keluarga selamanya.

2.Otaku merupakan cara lain untuk melarikan diri

Cara melarikan diri lainnya yang populer di kalangan anak muda adalah hidup sebagai otaku. Otaku merupakan orang yang menjalani 2 kehidupan, salah satunya sebagai karaker anime favorit.

Mereka yang memutuskan menjadi otaku lebih memilih hidup sebagai ‘sosok’ lain dalam balutan kostum.

Beberapa bahkan memilih menghabiskan waktu di klub-klub area Akihabara, tempat dimana barang unik dijual khusus untuk mereka.

3.Teman dan keluarga sewaan

Di Jepang, kamu bisa menyewa seseorang untuk menjadi apa saja. Kamu bahkan dapat menyewa bayi selama beberapa hari. Salah satu agensi penyewaan yang terkenal disebut Family Romance, didirikan oleh Ishii Yuichi beberapa tahun lalu.

Tujuan agensi penyewaan semacam ini adalah membantu klien mengusir rasa kesepian. Ada pula agensi yang disewa untuk mengadakan pesta pernikahan yang dihadiri 50 aktor. Waktu itu klien harus membayar hingga belasan jutaan dolar Amerika.

Sisi negatif dari pekerjaan ini adalah para aktornya seringkali single dan tidak bisa bebas menjadi dirinya sendiri.

4.Kota ‘penjara’

Gempa bumi dahsyat yang menyerang bagian timur Jepang 2011 lalu agaknya membuat pemerintah cemas. Karenanya, dibangunlah dinding setinggi 12,3 meter di tepi pantai guna melindungi penduduk yang tinggal di pesisir. Nanti bila tsunaminya lebih tinggi dari itu, tembok tersebut diduga tetap dapat menunda banjir dan memperpanjang waktu evakuasi.

Pada mulanya, warga pesisir setuju, namun belakangan karena temboknya terlalu tinggi, mereka jadi tidak bisa menikmati pemandangan laut. Beberapa bahkan merasa seperti ada dalam penjara.

5.Agensi perwakilan minta maaf

Tak mudah untuk minta maaf bagi orang Jepang. Karenanya ada juga agensi khusus yang menyediakan jasa perwakilan minta maaf. Harga pelayanan ini tergantung dari caranya, contoh berhadapan muka yang pasti lebih mahal ketimbang minta maaf via email atau telepon.

6.’Kamar bosan’ untuk karyawan

Di Jepang, beberapa perusahaan menggunakan cara ‘kejam’ untuk memecat karyawan karena mereka enggan membayar pesangon yang nominalnya setara dengan 54 bulan gaji.

Oleh sebab itu, mereka membuat semacam ‘ruang pembuangan’, tempat di mana karyawan tidak perlu melakukan apapun sepanjang hari. Pekerja yang masuk sana dapat membaca buku atau nonton video online, dan tetap dimintai untuk membuat laporan kerja.

Tujuan ‘kamar bosan’ ini adalah membuat pekerja merasa terlupakan dan tidak berharga sehingga nantinya mereka resign sendiri.

7.Bayar kalau mau dipeluk

Karena masalah kesepian sangat relevan di negara satu ini, maka muncullah Soineya (toko tidur bersama). Di tempat ini klien bisa tidur di samping wanita cantik sambil berpelukan (tanpa seks).

Harganya tergantung dari durasi waktu dan jenis pelayanannya, apakah tidurnya di lengan si gadis, pangkuannya, dst.

8.Bayar jika ingin ditemani ngobrol

Satu lagi cara pria Jepang mengatasi kesepiannya adalah dengan mengunjungi klub ‘kyabakura’. Di sana mereka bisa membayar untuk minum dan ngobrol dengan perempuan cantik.

Wanita yang bekerja di klub ini seringkali disebut geisha, kyaba-jo, atau hostes. Tugas utamanya adalah menghibur pelanggan dengan minuman dan obrolan (tanpa seks). Klub ini sangat terkenal di kalangan businessmen yang tidak memeroleh kehangatan di keluarganya.

9.Kafe anti-kesepian

Moomin Bakery & Café di Tokyo adalah salah satunya. Ketika pelanggan datang sendirian, pelayan akan meletakkan boneka raksasa Moomin di kursi sampingnya untuk menemani pelanggan makan.

10.Mesin jualan untuk ‘semua’ produk

Mesin jualan sangat terkenal di Jepang. Tak hanya menjual minuman saja, kamu bisa membeli payung, suvenir, sepatu, dasi, hingga telur di situ.

11.Toko khusus 1 buku

Morioka Shoten merupakan toko buku yang hanya menjual 1 buku saja. Tema tokonya biasanya akan disesuaikan dengan buku yang sedang dijual.

12.Kursi yang bisa memeluk (hugging chair)

Keunikan terakhir ini masih untuk mereka yang kesepian dan ingin dipeluk, tapi malu melakukannya dengan orang asing.

Kursi pelukan merupakan boneka raksasa dengan lengan panjang yang bisa memeluk orang yang duduk di atasnya. Selain itu, bonekanya juga dapat memainkan musik sehingga saat disukai oleh para lansia.

So, bagaimana reaksi kamu setelah membaca beberapa fakta tadi?! Mana nih kira-kira yang paling bikin kamu geleng-geleng kepala?

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *