Peluang Bisnis Wisata Halal di Indonesia

Gencarnya pemerintah menggalakkan wisata halal di tanah air ternyata cukup banyak membuka peluang bisnis wisata halal.

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas muslim, maka fakta ini akan semakin mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dalam wisata halal yang tidak hanya menargetkan wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan asing. Apalagi diketahui bahwa perkembangan wisata halal di Indonesia sudah mencapai 42 % dimana target kunjungan untuk tahun ini sebelumnya adalah 5 juta pelancong Muslim dunia, dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,5 juta.

Buktinya beberapa minggu lalu, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) telah menentukan sepuluh provinsi yang akan menjadi tujuan wisata halal, termasuk Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Barat,  DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta, Jawa Tengah (jateng), Jawa Barat (jabar), Yogyakarta, Jawa Timur (jatim), Sulawesi Selatan dan NTB (Nusa Tenggara Barat).

Tidak hanya itu, bahkan pemerintah juga memiliki ambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata halal dunia yang ramah terhadap para pelancong Muslim internasional menurut versi Global Muslim Travel Index (GMTI) untuk tahun 2019.

Wisata halal indonesia.
Wisata halal indonesia (sumber: republika.co.id)

Terkait hal ini, Pemerintah berambisi untuk tidak lagi menjadi pemain dalam lingkup kawasan saja, akan tetapi juga dunia, yang diharapkan mampu melampaui posisi negara tetangga Malaysia yang selama ini diketahui selalu merajai puncak destinasi wisata halal dunia. Apalagi diketahui berdasarkan data-data statistik yang ada, diperkirakan pada tahun 2026 nanti, total belanja wisatawan Muslim akan mencapai 300 miliar dollar AS. Tentu ini akan menjadi peluang usaha yang menggiurkan dari wisata halal.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Global Islamic Economy (GIEI) tahun lalu, ada setidaknya lima negara Muslim yang paling banyak menyumbang jumlah wisatawan bernuansa halal secara umum yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait dan terakhir Indonesia.

Peluang Besar Bisnis Wisata Halal di Indonesia

Sesungguhnya Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk memperoleh para wisatawan Muslim asing sebanyak-banyaknya. Selain dikarenakan keindahan alamnya yang mempesona serta ragam budaya yang ada, para penduduk Indonesia pun dikenal sangat ramah dan mudah tersenyum.

Maka tak mengherankan, berbagai penghargaan internasional pernah diraih bidang pariwisata Indonesia, sebagai contoh Hotel Sofyan yang berada di Jakarta pernah meraih penghargaan untuk kategori Hotel paling ramah se-dunia berbasis syariah pada penyelenggaraan The World Halal Travel Summit & Exhibition di kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Untuk mewujudkan impian tersebut, selain diperlukan adanya perbaikan infrastruktur untuk merealisasikan dan memudahkan konektivitas antar tujuan, juga perbaikan kualitas pelayanan pun harus ditingkatkan. Tentunya pemerintah harus melibatkan semua unsur pelaku usaha/bisnis dan para pemangku kepentingan lainnya seperti Masyarakat Ekonomi Syariah, Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia serta Majelis Ulama Indonesia dan kaum intelektual dan media.

Sertifikasi  Halal

sertifikasi halal MUI.
Sertifikasi halal MUI (sumber: antaranews.com)

Meskipun demikian, salah satu tantangan dalam mengembangkan bisnis wisata halal di Indonesia adalah masih kurang tersedianya fasilitas dan akomodasi termasuk hotel, restoran bahkan transportasi yang memiliki sertifikasi halal. Padahal sertifikasi halal merupakan elemen kunci untuk mampu menarik para wisatawan Muslim yang sangat memberikan perhatian lebih kepada produk-produk halal. Dengan adanya sertifikasi halal, diharapkan para pelancong Muslim tak perlu lagi merasa was-was dan khawatir.

Selain itu berdasarkan satu catatan, paket wisata halal di Indonesia hanya mengisi 5% dari jumlah paket wisata yang ditawarkan kepada para pelancong lokal dan asing. Itu pun masih terfokus kepada destinasi-destinasi populer di tanah air seperti Medan, Lombok dan pulau Bali.

Nah secara membanggakan, rupanya destinasi pulau Lombok telah sukses merebut predikat tujuan wisata paling penting di dunia selama dua tahun berturut-turut (2015-2016) pada penganugerahan World Halal Travel Awards. Artinya kepercayaan masyarakat Muslim dunia yang besar terhadap destinasi wisata Indonesia, seharusnya dapat mendorong para pemangku kepentingan dalam bidang wisata di tanah air untuk lebih meningkatkan jumlah paket wisata halal.

Promosi Bisnis Wisata Halal

Di samping tantangan-tantangan yang disebutkan di atas, tantangan berikutnya adalah sangat minimnya penyelenggaraan promosi wisata halal ke seluruh dunia. Selama ini, promosi wisata halal disatukan dengan promosi wisata secara umum. Namun pemerintah Indonesia pernah melakukan gebrakan-gebrakan promosi wisata halal terutama pada Internationale Tourismus Borse (ITB) Asia pada Oktober tahun lalu yang diselenggarakan di Singapura. Namun hal ini dirasa masih kurang, karena promosi harus dilakukan secara berkesinambungan sambil terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas untuk menunjang pengembangan wisata halal.

Payung Hukum Bisnis Wisata Halal

Namun rupanya tantangan  paling utama yang harus segera dibenahi adalah ketiadaan payung hukum atau peraturan yang mengatur secara lengkap mengenai bisnis wisata halal di Indonesia.

Uniknya, seperti yang mungkin diketahui bersama, Indonesia dikabarkan pernah memiliki Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 2 yang dikeluarkan lima tahun silam mengenai pedoman penyelenggaraan usaha hotel Syariah. Akan tetapi sayangnya peraturan tersebut dihilangkan dan diganti dengan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 11 tiga tahun silam.

Bisnis wisata halal di Indonesia hanya memiliki payung hukum yang tidak mengikat berupa Fatwa MUI nomor 108/DSN-MUI/10/2016  mengenai Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Syariah yang mengatur mengenai pengadaan biro travel, pemandian uap, spa dan pijat serta kehalalan objek wisata.

Tentu saja, perspektif sebagian masyarakat Indonesia yang masih menganggap bahwa peluang bisnis wisata halal itu tidaklah terlalu menjanjikan, harus pula diminimalisir sedemikian rupa. Selain itu, masyarakat harus diberikan pengetahuan mengenai bisnis tersebut secara mendalam dan bertahap agar di kemudian hari mereka dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah lokal dalam mengembangkan bisnis pariwisata halal di tanah air.

Penulis: Sugiri Plara

3 Komponen dan 9 Manfaat Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah kontrak atau perjanjian antara penerbit polis asuransi dengan nasabah yang menjamin pembayaran dana kepada pihak yang ditanggung oleh nasabah (contohnya keluarga) jika sewaktu-waktu nasabah pemegang polis asuransi meninggal dunia. Pihak penerbit polis menjamin akan membayarkan ganti rugi kematian kepada pihak yang ditanggung nasabah sebagai ganti dari pembayaran premi nasabah.

Tujuan dari asuransi jiwa adalah memberikan perlindungan finansial kepada pihak yang ditanggung oleh nasabah jika sewaktu-waktu nasabah pemegang polis asuransi meninggal dunia.

Sebelum membeli polis asuransi jiwa, penting bagi nasabah untuk menganalisis terlebih dahulu kondisi keuangannya dan menentukan biaya hidup yang diperlukan oleh pihak yang ditanggung nasabah.

Peran agen asuransi penting dalam menilai kebutuhan pihak yang ditanggung nasabah dan menentukan jenis asuransi jiwa mana yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Meninjau ulang kebutuhan asuransi jiwa setiap tahun atau ketika ada peristiwa penting seperti perceraian, kelahiran, adopsi anak atau pembelian aset besar seperti rumah merupakan tindakan yang bijaksana.

3 Komponen Penting Asuransi Jiwa

Mengutip dari laman Investopedia.com, paling tidak ada tiga komponen penting dalam asuransi jiwa. Komponen-komponen tersebut adalah.

1. Death Benefit

Death benefit adalah semacam ganti rugi kematian. Perusahaan asuransi akan menjamin pembayaran sejumlah uang kepada pihak yang ditanggung nasabah yang tercantum dalam polis jika sewaktu-waktu nasabah pemegang polis meninggal dunia. Nasabah akan memilih jumlah uang ganti rugi kematian (death benefit) yang diinginkan sesuai dengan penghitungan kebutuhan ahli waris yang masih hidup di masa depan. Selanjutnya perusahaan asuransi akan menentukan apakah nasabah dapat memperoleh perlindungan berdasarkan kriteria dari underwriting.

2. Premi

Premi adalah pembayaran rutin yang didasarkan pada statistik aktuaria. Nasabah akan dikenakan biaya asuransi, atau sejumlah dana yang dibutuhkan untuk menutupi biaya kematian (mortality cost), biaya administrasi atau biaya lainnya terkait pemeliharaan polis asuransi. Faktor lain yang mempengaruhi besarnya premi adalah umur, riwayat medis, resiko pekerjaan dan resiko dari kebiasaan buruk nasabah.

3. Cash Value

Nilai kas (cash value) pada asuransi jiwa memiliki dua tujuan. Pertama sebagai tabungan yang dapat digunakan oleh pemegang polis selama masa hidup pihak yang diasuransikan dengan akumulasi kas yang pajaknya ditangguhkan. Beberapa polis mungkin membatasi penarikan kas, tergantung dari penggunaan uang yang telah ditarik tersebut. Tujuan kedua dari nilai kas adalah mengimbangi kenaikan biaya asuransi.

Manfaat Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa jelas dapat memberikan perlindungan finansial kepada orang terdekat Anda jika sewaktu-waktu Anda tertimpa musibah. Disamping memberikan perlindungan, apakah asuransi jiwa juga layak dijadikan media investasi? Dilansir dari entrepreneur.com, berikut adalah sembilan alasan yang patut menjadi pertimbangan untuk Anda yang ingin berinvestasi asuransi jiwa.

1. Memberikan Keamanan dan Perlindungan

Keunggulan utama dari asuransi jiwa adalah mampu menawarkan keamanan dan perlindungan kepada keluarga Anda dan orang-orang yang Anda sayangi. Jika Anda membeli polis asuransi, perlindungan dan keamanan keluarga Anda dari kondisi yang tidak menentu akan lebih terjamin.

2. Masalah Utang

Jika Anda memiliki masalah utang, asuransi jiwa akan menjamin pelunasan utang-utang Anda. Tidak ada seorang pun yang menginginkan utang turunan dari anggota keluarga yang telah meninggalkannya. Asuransi jiwa akan memastikan masalah seperti itu tidak akan terjadi. Baik itu utang properti, utang pribadi atau utang jenis lainnya, polis asuransi yang telah Anda beli akan membantu untuk melunasi semuanya.

3. Perencanaan Dana Pensiun

Ketika Anda pensiun, pendapatan bulanan Anda juga akan berakhir. Ini mungkin akan menjadi sumber stress dan kekhawatiran Anda. Tetapi polis asuransi dapat memastikan masalah seperti ini tidak akan terjadi. Begitu Anda menganggarkan uang Anda untuk rencana dana pensiun, di masa pensiun Anda akan menikmati hasilnya.

4. Rencana dan Mimpi Jangka Panjang

Anda selalu dapat memenuhi harapan, mimpi atau rencana jangka panjang Anda menggunakan uang dari asuransi jiwa. Anda dapat membangun bisnis Anda sendiri atau membeli rumah dari dana ini.

5. Bisnis Berjalan Lancar

Asuransi jiwa selain menguntungkan bagi keluarga dan rencana jangka panjang Anda, juga menguntungkan bagi bisnis Anda. Ada banyak jenis asuransi jiwa. Salah satunya adalah asuransi jiwa berjangka (term insurance) yang dapat memberikan perlindungan pada jangka waktu yang tetap dan keuntungan akan dibayarkan di saat Anda meninggal.

6. Aman dari Pajak

Salah satu alasan lainnya yang membuat investasi asuransi jiwa unggul adalah karena aman dari pajak. Terlepas dari rencana pembelian polis yang Anda inginkan, beberapa polis yang berbeda dapat memberikan keamanan terhadap pajak.

7. Semakin Awal Memulai Semakin Baik

Semakin awal Anda memulai berinvestasi pada asuransi jiwa, hasil yang Anda dapatkan akan semakin baik. Ketika Anda semakin bertambah tua, Anda semakin tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan polis asuransi. Seiring pertambahan usia juga, kondisi kesehatan Anda menjadi semakin tidak menentu. Tidak hanya itu, Anda juga dapat memperoleh harga polis yang lebih murah jika Anda membeli polis pada usia muda. Jadi, alasan itulah yang dapat meyakinkan Anda untuk memperoleh polis pada usia yang masih muda.

8. Sebagai Salah Satu Tabungan

Tak diragukan lagi, asuransi jiwa dapat berperan sebagai alat dan salah satu sumber uang tabungan. Asuransi jiwa ibarat celengan hidup Anda, uang maupun dana investasi dapat Anda masukkan ke dalamnya. Selain itu berbagai polis yang ditawarkan dapat menjamin keamanan masa depan Anda. Ketika Anda membayar premi, uang ekstra ditambahkan dalam bentuk nilai kas (cash value). Anda dapat menarik kas ini atau membelikan polis lagi.

9. Ketentraman Jiwa

Anda tidak dapat menghindar dari tragedi kehidupan yang datang secara tiba-tiba. Kematian adalah salah satu tragedi yang datang tanpa terduga. Jika Anda memiliki asuransi jiwa, pikiran Anda akan tenang. Anda sadar bahwa ada perlindungan dan kestabilan finansial yang dapat Anda berikan pada keluarga dan kerabat ketika Anda tiada. Bahkan polis yang paling kecil sekalipun dapat memberikan manfaat yang sangat besar di masa-masa sulit.

Memutuskan untuk membeli polis asuransi jiwa memang suatu keputusan besar. Begitu polis didapat, nasabah perlu membayar premi dalam waktu yang sangat lama dengan nilai yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, nasabah dan perusahaan asuransi. Namun hasilnya, asuransi jiwa mampu memberikan perlindungan keuangan pada Anda dan keluarga di masa depan.

Keuntungan dan Strategi Investasi Deposito di Bank

Jika Anda menginginkan investasi dengan resiko yang paling minim, Deposito dapat menjadi jalan keluarnya. Obligasi mungkin memiliki resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan saham, namun pemegang obligasi tetap memiliki resiko tidak menerima pelunasan piutangnya karena gagal bayar. Berbeda halnya dengan deposito. Bunga deposito selalu dijamin oleh bank sehingga lebih aman dibanding dengan obligasi.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi pada salah satu produk bank ini? Artikel ini akan menjelaskannya lebih lanjut.

 

Pengertian Deposito

Deposito bank dikutip dari investopedia.com terdiri dari uang yang disetorkan pada lembaga keuangan bank untuk diamankan. Dana deposito ini masuk ke dalam akun deposito, terpisah dengan akun tabungan dan yang lainnya. Pemegang deposito memiliki hak untuk menarik dana depositonya sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui pada awalnya.

Deposito sendiri termasuk ke dalam kewajiban utang bank terhadap pemilik deposito. Ketika seseorang membuka rekening bank dan mulai mendepositkan sejumlah uangnya, ia telah merelakan sebagian uangnya dan akhirnya menjadi salah satu aset bank yang bersangkutan. Sebagai gantinya, uang deposito yang menjadi aset bank dianggap sebagai kewajiban yang perlu dipenuhi sesuai dengan kesepakatan awal kedua belah pihak.

 

Cara Kerja Deposito

Investasi deposito agak berbeda dengan investasi surat berharga lainnya di pasar modal. Calon nasabah perlu memilih jangka waktu (tenor) penarikan deposito mereka. Contoh dari masa tenor adalah 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun.

Setiap masa tenor memiliki tingkat suku bunganya sendiri. Misalnya suku bunga 3.00% untuk masa tenor 1 sampai 2 bulan, 3.05% untuk masa tenor 3 bulan, 3.10% untuk masa tenor 6 bulan dan 3.15% untuk masa tenor 1 tahun. Apabila Anda memilih masa tenor 2 bulan, maka Anda akan menerima bunga sebesar 3.00% per tahun pada akhir periode (akhir bulan ke-2).

Bagaimana penghitungan dari bunga deposito? Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah cara penghitungan bunga deposito.

Anggap saja Anda memiliki uang sebesar Rp 20 juta, selanjutnya Anda memilih untuk mendepositkan uang Anda dalam dua masa tenor yang berbeda, yaitu 3 bulan dan 6 bulan. Maka penghitungan bunga depositonya adalah:

Masa tenor 3 bulan

Besar bunga = (Rp 10.000.000 x 3.05% x 90 hari) : 366 hari =  Rp 75.000

Potongan bunga 20% = Rp 75.000 x 20% = Rp 15.000

Bunga yang diterima = Rp 75.000 – Rp 15.000 = Rp 60.000

Masa tenor 6 bulan

Besar bunga = (Rp 10.000.000 x 3.10% x 120 hari) : 366 hari =  Rp 101.639

Potongan bunga 20% = Rp 101.639 x 20% = Rp 20.327

Bunga yang diterima = Rp 101.639 – Rp 20.327 = Rp 81.321

 

Keuntungan Deposito

keuntungan deposito di bank.
Investasi uang di bank (moneycontrol.com)

Bagi pemula, deposito memiliki keuntungan-keuntungannya sendiri. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Bunga yang tetap dan lebih besar. Dibanding dengan suku bunga tabungan biasa, bunga dari deposito lebih besar, yaitu sekitar 3% – 7%. Anda dapat memperoleh keuntungan yang tetap dari perolehan suku bunga ini.
  2. Tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Jika Anda menabung di bank, setiap bulannya tabungan Anda akan dikenakan biaya administrasi bulanan. Hal ini berbeda dengan deposito yang tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Meskipun begitu ketika penarikan, bunga deposito tetap dipotong sebanyak 20%.
  3. Aman. Uang yang Anda depositkan di bank keberadaannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan total dana deposito maksimal Rp3 milyar. Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia juga tidak akan berpengaruh banyak terhadap uang yang sedang  Anda depositkan.
  4. Prosesnya mudah. Menyetorkan uang deposito dapat dilakukan di bank dan prosedurnya pun tidak rumit. Anda tinggal membuka rekening dengan mengisi data diri dan menyiapkan uang untuk didepositkan.
  5. Minim resiko. Investasi deposito memang terbilang memiliki resiko yang paling minim jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Anda tidak perlu dipusingkan dengan nilai tukar rupiah yang melemah, inflasi atau masalah ekonomi lainnya, karena hal tersebut tidak berpengaruh kepada uang deposito Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu berpikir keras untuk melakukan analisa keuangan seperti yang dibutuhkan ketika Anda berinvestasi saham.

 

Jenis-Jenis Deposito

Sama seperti instrumen investasi lain seperti saham dan obligasi, deposito juga memiliki jenis-jenisnya sendiri, seperti:

  1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah salah satu jenis deposito yang paling sering digunakan. Sesuai dengan namanya, deposito jenis ini memiliki masa tenor tertentu. Biasanya masa tenor deposito jenis ini adalah 1 hingga 24 bulan. Lamanya masa tenor tergantung pada kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank. Bunga baru dapat dibayarkan di akhir periode yang telah disepakati.

  1. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka. Perbedaannya setelah nasabah menyetorkan dananya untuk didepositkan, mereka akan mendapatkan sertifikat deposito. Pada sertifikat tersebut tidak tercantum nama perorangan ataupun lembaga. Tujuannya agar dapat dipindahtangankan atau dijual pada pihak lain. Kelemahannya jika sertifikat deposito hilang, siapapun dapat langsung mencairkannya tanpa harus diketahui oleh pemilik. Pencairan bunga deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan maupun tiap jatuh tempo.

  1. Deposito On Call

Deposito on call memiliki masa tenor yang cukup singkat, yaitu minimal tujuh hari dan maksimal kurang dari satu bulan. Deposito ini diterbitkan dengan mengatasnamakan nasabah dan dalam jumlah yang cukup besar. Bunga dapat dihitung secara per bulan, tergantung pada kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Pencairan dapat dilakukan dengan catatan nasabah sebelumnya telah menginformasikan pihak bank bahwa ia ingin mencairkan dananya.

 

Strategi Berinvestasi Deposito

Deposito nampaknya merupakan instrumen investasi yang memiliki tingkat resiko paling kecil dibanding dengan instrumen lainnya. Namun bersamaan dengan hal tersebut, keuntungan yang ditawarkan dari bunga deposito juga tidaklah besar. Sehingga jika investor ingin memperoleh hasil maksimal dari instrumen investasi ini, perlu adanya strategi-strategi khusus yang dapat diterapkan. Apa saja strategi tersebut, dikutip dari finansialku.com berikut adalah cara-cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh keuntungan maksimal dari investasi deposito.

  1. Pilih Jenis Deposito yang Tepat

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa deposito memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call. Pemilihan jenis deposito tentu harus disesuaikan dengan tujuan investasi Anda sejak awal. Jika Anda deposito yang cukup likuid dan dapat dicairkan kapan saja, deposito on call dapat dijadikan pilihan. Perlu diingat juga bahwa Anda dapat berinvestasi deposito dalam mata uang lain selain rupiah seperti USD, JPY, SGD, HKD dan EUR.

  1. Menentukan Periode Jangka Waktu

Setelah menentukan jenis deposito, Anda perlu menentukan jangka waktu atau masa tenor deposito. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat suku bunga yang akan Anda dapat. Semakin lama masa tenornya, maka tingkat suku bunga yang di dapat akan semakin besar. Karena bunga deposito tetap, maka Anda dapat memperkirakan perolehan bunga Anda sejak awal mendepositkan uang.

  1. Membagi Dana Deposito

Jika Anda memiliki dana yang cukup besar, akan lebih baik jika Anda mendepositkan dana tersebut ke dalam dua masa tenor yang berbeda. Ketika sebagian dana yang didepositkan telah jatuh tempo, jangan ragu untuk mendepositkan lagi dana Anda beserta bunganya. Anda akan mendapatkan keuntungan berupa uang tunai yang lebih cepat dan bebas dari penalti. Selain itu, Anda juga berkesempatan untuk meraih suku bunga yang lebih tinggi.

Deposito merupakan instrumen investasi yang memiliki tingkat resiko yang paling minim jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Sebanding dengan hal tersebut, tingkat keuntungan yang ditawarkan juga tidak besar. Meskipun begitu, bukan berarti deposito tidak dapat dimanfaatkan oleh investor untuk diversifikasi portofolio mereka. Deposito dibeli secara langsung dan masuk ke dalam portofolio investasi, sehingga dapat membantu investor untuk mengembangkan aset mereka.

Tentang Investasi Saham Syariah

Tentang Investasi Saham Syariah

Banyak investor yang menganggap investasi saham sebagai permainan judi. Mereka tidak sepenuhnya salah. Karena ada juga spekulan-spekulan yang menganggap investasi saham sebagai ladang judi. Mereka berinvestasi saham hanya ikut-ikutan saja tanpa mengetahui ilmunya. Investor sejati tentu akan mempelajari instrumen investasi mereka, mempelajari pasar maupun mempelajari emiten yang menerbitkan sahamnya.

Bagi sebagian investor muslim, kekhawatiran muncul bukan hanya pada permainan saham itu sendiri, tapi juga pada emiten yang menerbitkan saham. Apakah mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang halal? Atau sebaliknya. Jika investor ragu, ada alternatif alat investasi lain yang dapat dipilih, yaitu investasi saham syariah. Apa itu investasi saham syariah? Artikel ini akan mencoba menjelaskannya kepada Anda.

Ketentuan Saham Syariah

Saham syariah memiliki prinsip-prinsipnya sendiri yang berbeda dengan saham biasa. Dikutip dari investasi.kontan.co.id, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyeleksi saham-saham syariah dengan dua ketentuan utama.

Pertama emiten tidak berkecimpung di bidang usaha yang melanggar ketentuan syariah.

Kedua, emiten memenuhi rasio keuangan seperti total uang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45%, atau total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10%. Selain itu, skema transaksi dari fatwa DSN-MUI No. 80 juga tidak dilanggar oleh emiten.

Menurut Teuku Hendry Andrean, Research Manager Shinhan Sekuritas Indonesia, bobot indeks syariah dengan IHSG dapat dikatakan berbeda jauh. Hal itu disebabkan karena saham syariah mengeliminasi saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar seperti saham perbankan dan saham rokok. Beberapa sektor yang masuk ke dalam saham syariah dengan bobot besar diantaranya adalah Unilever dan Telkomsel. Biasanya saham syariah didukung oleh klasifikasi yang lebih aman. Di antaranya terhadap fluktuasi, resiko bisnis dan utang yang dibatasi. Sehingga da;am jangka panjang, saham syariah terbilang cukup baik.

Transaksi keuangan dalam Islam tidak mengenal riba atau bunga. Jadi, berbeda dengan saham konvensional, saham syariah menggunakan sistem bagi hasil dan resiko antara investor dan emiten melalui musyawarah. Musyawarah di sini artinya kesepakatan yang didapat dalam akad syariah. Dikutip dari moneysmart.id, contohnya kita membeli saham syariah perusahaan A. Jika perusahaan A menerima keuntungan, maka kita juga akan memperoleh untung dari dana investasi yang ditanamkan pada perusahaan itu. Sebaliknya jika perusahaan merugi, maka otomatis pemegang saham juga akan menerima kerugiannya.

Bagi hasil dan resiko saham syariah sebelumnya telah disepakati dalam perjanjian akad. Tentu saja tingkat keuntungan pemegang saham syariah akan berubah-ubah sesuai dengan kinerja emiten. Ini berbeda saham konvensional yang menerapkan sistem bunga membuat keuntungan pemegang saham lebih stabil karena kinerja emiten tidak berpengaruh.

Investasi saham syariah juga tidak mengenal ghahar dan masyir. Ghahar adalah pemberian informasi yang menyesatkan. Sedangkan masyir adalah pengambilan resiko yang berlebihan. Ghahar berlaku bagi emiten dan perusahaan sekuritas yang mengurus pembelian saham. Mereka harus menjelaskan sejelas mungkin seluk-beluk saham yang mereka jual. Sedangkan masyir berlaku bagi investor pembeli saham syariah. Artinya mereka tidak boleh serakah dan hanya mengejar keuntungan belaka tanpa mempertimbangkan resiko.

Cara Berinvestasi Saham Syariah

Cara berinvestasi saham syariah sebenarnya sama saja dengan investasi saham konvensional pada umumnya. Anda dapat langsung ke perusahaan sekuritas dan membuka akun di sana. Selanjutnya petugas perusahaan akan mengarahkan untuk membeli saham syariah dengan mengisi formulir terlebih dahulu.

Perlu diperhatikan bahwa perusahaan emiten yang sahamnya Anda beli harus terbebas dari praktek-praktek yang melanggar ajaran Islam. Peraturan Bapepam-LK nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah, pasal 1.b.7 mengatur tentang kriteria pemilihan saham syariah dengan rincian sebagai berikut.

  1. Jenis usaha, produk barang atau jasa yang diberikan dan akad serta pengelolaan emiten tak boleh berseberangan dengan prinsip-prinsip syariah.
  2. Emiten wajib menandatangani dan memenuhi ketentuan akad sesuai dengan prinsip syariah.
  3. Emiten wajib memiliki Syariah Compliance Officer (SCO) untuk menjelaskan prinsip syariah yang dianutnya. SCO adalah pejabat atau petugas di lembaga atau perusahaan yang telah disertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional. Majelis Ulama Indonesia sebagai tanda bahwa dia telah memahami konsep syariah di pasar modal.

Itulah penjelasan mengenai investasi saham syariah serta konsep-konsep yang berkaitan dengannya. Saham syariah memang dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin berinvestasi saham namun masih ragu dengan beberapa sektor saham yang abu-abu. Saham syariah menawarkan system bagi hasil dan resiko kepada investornya dan bukannya bunga seperti pada saham-saham konvensional. Melalui akad antara investor dan emiten, diharapkan investasi saham syariah dapat memberikan keuntungan tanpa harus melanggar ajaran agama Islam.

Langkah-Langkah Investasi Reksa Dana

Reksa dana saat ini banyak menjadi pilihan bagi investor untuk berinvestasi. Minimnya resiko dan adanya manajer keuangan yang mengelola reksa dana membuat instrumen ini menjadi pilihan banyak investor, terutama investor pemula. Tetapi banyak calon investor reksa dana yang mungkin belum mengetahui cara investasi reksadana yang tepat. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai cara investasi reksa dana untuk investor pemula.

Mengenal Reksa Dana

langkah investasi reksadana
investasi reksadana (finansial.bisnis.com)

Secara sederhana, reksa dana dapat diartikan sebagai wadah bagi para investor untuk mengumpulkan uang mereka, lalu uang yang telah terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi yang akan mengurus portofolio investasi. Dikutip dari thebalance.com, reksa dana dapat menjadi alternatif bagi investor dengan modal minim yang tidak sanggup bila harus mengurus portofolio mereka sendiri. Uang yang terkumpul di reksadana nantinya akan dialokasikan pada instrumen investasi lain seperti saham, obligasi dan sekuritas lainnya. Para investor reksadana akan mendapatkan keuntungan serta resiko sesuai dengan porsi reksa dana mereka.

Langkah-Langkah Investasi Reksa Dana

Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi reksa dana juga butuh perencanaan dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Meskipun sudah ada manajer investasi yang mengatur reksadana Anda, hasil akhirnya tergantung dari investor sendiri. Untuk itu, sebelum melakukan investasi reksa dana, ada baiknya Anda mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Menetapkan Tujuan

Untuk apa Anda berinvestasi reksa dana? Apa ada hal yang ingin Anda capai dalam jangka waktu tertentu? Dikutip dari economictimes.com, penting untuk menjawab pertanyaan tersebut sebelum memulai investasi reksadana. Jawaban dari pertanyaan itu nantinya akan berpengaruh terhadap jangka waktu investasi, jumlah dana yang diinvestasikan dan jenis reksa dana yang akan digunakan.

Jika Anda memiliki tujuan investasi jangka pendek yang hanya memerlukan beberapa tahun saja, Anda perlu berinvestasi pada reksa dana dengan skema utang. Karena jika tujuan investasinya jangka pendek, Anda tidak perlu merelakan investasi Anda pada skema yang lebih berisiko. Sebaliknya jika tujuan investasi Anda adalah untuk jangka waktu panjang seperti dalam lima tahun atau lebih, memilih skema reksadana modal (ekuitas) akan sangat dianjurkan. Ekuitas dianggap cocok untuk ditempatkan pada investasi jangka panjang karena imbalan atau return yang ditawarkannya lebih superior dibanding dengan aset lainnya.

2. Memilih Jenis Reksa Dana

Setelah menentukan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah memilih jenis reksa dana. Pemilihan reksa dana ini tentu disesuaikan dengan tujuan Anda berinvestasi sejak awal. Dikutip dari laman finansialku.com, paling tidak ada empat jenis reksa dana yang bisa menjadi pilihan Anda.

  • Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang menawarkan potensi keuntungan yang relatif kecil, namun diimbangi dengan resiko yang kecil pula. Hal ini terjadi karena reksa dana pasar uang seluruhnya ditempatkan di deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan obligasi. Biasanya investor yang berinvestasi pada reksa dana ini jangka waktu investasinya kurang dari satu tahun.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksadana pendapatan tetap menawarkan keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena minimal 80% reksa dana pendapatan tetap dialokasikan pada obligasi. Biasanya jangka waktu yang dimiliki investor reksa dana pendapatan tetap adalah satu hingga tiga tahun.

  • Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen investasi seperti obligasi, saham dan deposito. Karena reksa dana campuran juga berinvestasi di saham, risikonya menjadi lebih tinggi dibanding dengan reksa dana pendapatan tetap, namun pendapatannya juga lebih tinggi. Investor reksadana campuran biasanya memiliki jangka waktu tiga hingga lima tahun ketika berinvestasi di reksa dana ini.

  • Reksa Dana Saham

Dibanding dengan tiga jenis reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki potensi keuntungan dan resiko yang paling tinggi. Sebanyak 80% reksadana saham dialokasikan ke instrumen pasar modal atau saham. Biasanya jangka waktu investor yang berinvestasi pada reksa dana ini adalah lima tahun atau lebih.

  • Reksa Dana Obligasi (Bond Fund)

Reksa dana obligasi secara aktif berinvestasi pada berbagai macam jenis obligasi. Seringkali reksa dana obligasi dikelola dengan cara membeli obligasi yang harganya sedang miring agar jika dijual dapat menghasilkan profit. Jenis reksa dana ini memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi jika dibanding dengan sertifikat deposito dan reksa dana pasar uang, namun resikonya juga lebih besar. Karena banyaknya jenis obligasi, reksa dana obligasi bisa sangat beragam, tergantung dari dimana berinvestasinya. Misalnya reksa dana yang fokusnya pada obligasi perusahaan besar akan lebih beresiko dibanding dengan reksa dana yang fokusnya pada obligasi pemerintah.

  • Speciality Fund

Reksa dana jenis ini adalah reksa dana yang mencangkup kategori populer yang berada di luar instrumen investasi yang telah dijelaskan sebelumnya, contohnya adalah investasi real estate. Reksa dana jenis ini fokus pada sektor-sektor ekonomi yang spesifik saja. Yang dimaksud reksa dana dengan sektor-sektor tertentu adalah pada sektor finansial, kesehatan, teknologi dan sebagainya. Reksa dana sektor dapat menunjukkan performa yang sangat baik semenjak saham yang ada pada sektor tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

  • Reksa Dana Indeks

Dikutip dari aberdeen-asset.com, reksa dana indeks adalah reksa dana yang komposisi portofolionya dibuat menyerupai seuatu indeks acuan sehingga return yang diperoleh juga mirip dengan indeks yang diikutinya (misalnya indeks obligasi atau indeks saham). Reksa dana ini dapat dibeli dan dijual sesuai dengan keinginan investor.

  • Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana terproteksi mirip dengan deposito. Reksa dana memiliki jatuh tempo, pembagian keuntungan (dividen) yang dilakukan secara periodik dan biasanya nilai pokok dana investor masih utuh setelah mencapai jatuh tempo. Penjualan reksa dana sebelum jatuh tempo sebenarnya masih dapat dilakukan, namun tidak ada jaminan dana pokok investor masih utuh. Manajer investasi reksa dana terproteksi akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada efek yang masuk dalam kategori utang yang masuk dalam kategori layak investasi, sehingga dapat memberikan proteksi pada pokok investasi nasabah pada saat jatuh tempo.

  • ETF (Exchange Trade Fund)

Reksa dana jenis ini adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Kinerjanya dapat mengacu pada indeks tertentu seperti indeks obligasi atau indeks saham. Pemegang ETF dapat dengan mudah mentransaksikan unitnya di pasar bursa selama hari kerja. Meskipun ETF pembeliannya dapat dilakukan tanpa melalui manajer investasi dan harganya dapat segera diketahui saat membelinya, ETF bukanlah saham. ETF  memiliki prinsip diversifikasi yang mirip dengan reksa dana.

3. Menyiapkan Modal

Anda telah mengetahui tujuan investasi reksa dana Anda dan memilih reksa dana yang tepat, selanjutnya adalah menyiapkan modal untuk berinvestasi. Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk investasi reksa dana? Jawabannya tergantung dari asumsi return yang ingin Anda dapatkan. Namun jika Anda belum mengetahui hitungannya, dikutip dari laman finance.detik.com, Anda bisa mulai investasi reksadana dengan uang sejumlah Rp.100.000. Tentu saja imbalan yang diperoleh juga tidak akan signifikan jika modal yang dikeluarkan hanya Rrp.100.000 saja, namun ini bisa menjadi langkah awal yang baik dalam memulai investasi reksa dana. Anda juga bisa sekaligus belajar dan mengamati progres investasi Anda melalui modal yang kecil.

4. Percayakan Pada Manajer Investasi Anda

Anda sudah membeli reksa dana sesuai dengan anggaran dan tujuan investasi Anda, selanjutnya apa yang perlu dilakukan? Percayakan kepada ahlinya yaitu manajer investasi Anda. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa dalam reksa dana, ada manajer investasi yang akan mengatur dan mengalokasikan dan investor. Mereka adalah orang-orang profesional yang bekerja untuk para investor. Investor juga menggaji mereka, oleh karena itu beberapa reksa dana memiliki harga yang cukup mahal karena beban gaji ini.

Setelah mempercayakan pada manajer investasi, Anda tinggal memonitornya saja. Yang perlu diingat, investasi reksa dana bukanlah investasi yang dapat menunjukkan hasil signifikan dalam waktu dekat. Reksa dana jangka pendek saja memerlukan waktu satu tahun. Jadi jika Anda mengamati investasi Anda padahal baru satu minggu berjalan, jangan kaget jika nilainya masih belum berubah atau bahkan minus. Sebaiknya Anda melakukan perencanaan keuangan untuk investasi lainnya sambil menunggu hasil dari investasi reksa dana ini.

Itulah penjelasan mengenai cara investasi reksa dana yang tepat. Investasi manapun pasti memerlukan perencanaan keuangan agar dapat memberikan hasil yang maksimal.  Begitu juga dalam investasi reksadana. Mengetahui tujuan investasi Anda terlebih dahulu akan memudahkan Anda dalam berinvestasi di instrument ini

4 Langkah Pembelian Obligasi (Risiko dan Keuntungan)

Meskipun obligasi menjanjikan pendapatan berupa bunga pinjaman tetap, bukan berarti investasi obligasi tanpa resiko. Untuk itulah artikel ini mencoba untuk menjelaskan mengenai cara investasi obligasi bagi Anda yang tertarik dengan investasi pada instrumen ini.

Memahami Cara Kerja Obligasi

Obligasi adalah instrument utang yang diterbitkan oleh pemerintah, korporasi atau entitas bisnis lainnya. Orang yang membeli obligasi disebut kreditur dan pihak yang menerbitkan obligasi dinamakan debitur. Ketika obligasi pertama kali diterbitkan, debitur menjualnya kepada kreditur. Kreditur membayar sejumlah uang kepada debitur untuk obligasi yang mereka dapatkan.

Mengutip dari wikihow.com, contoh dari cara kerja obligasi ialah ketika perusahaan listrik umum ingin membangun sebuah gedung baru. Mereka menerbitkan obligasi senilai $100,000,000 dengan jangka waktu pelunasan 15 tahun dank upon 8%.

Anggap saja 2.000 orang telah membeli sebagian obligasi tersebut hingga senilai $100,000,000. Pemegang obligasi mendapat pembayaran bunga sebesar 8% berdasarkan jumlah investasi mereka setiap tahun. Setelah 15 tahun, obligasi jatuh tempo. Perusahaan listrik umum membayar semua kewajiban mereka sebesar $100,000,000 kepada para pemegang obligasi. Mereka mendapat bagiannya masing-masing.

Keuntungan Obligasi

Menaruh Uang di Obligasi
Menaruh Uang di Obligasi (financialexpress.com)

Selama memegang obligasi, investor kemungkinan akan mendapatkan dua jenis keuntungan. Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah keuntungan yang mungkin diterima oleh pemegang obligasi.

  • Pendapatan tetap (fixed income). Pendapatan tetap pemegang obligasi didapat dari kupon yang membayar bunga secara rutin pada pemegang obligasi. Besaran bunga yang diterima pemegang obligasi bisa lebih besar dari bunga deposito bank.
  • Capital gain. Sama halnya seperti pemegang saham, pemegang obligasi juga bisa memperoleh capital gain. Pemegang obligasi akan memperoleh capital gain jika terdapat selisih jumlah harga jual dengan harga beli.

Risiko Obligasi

Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi obligasi juga memiliki resiko. Meskipun obligasi memiliki reputasi yang lebih baik dari saham dalam hal resiko, bukan berarti obligasi tidak memiliki resiko sama sekali. Berikut adalah beberapa resiko obligasi yang dikutip dari thebalance.com.

1. Lamanya Jatuh Tempo

Lamanya jatuh tempo pembayaran obligasi mempengaruhi resiko yang diperoleh pemegang obligasi. Obligasi yang jatuh temponya 30 tahun mendatang, harganya akan mengalami fluktuasi yang lebih dahsyat dibanding dengan obligasi yang jatuh temponya hanya dua tahun. Pada beberapa kasus, obligasi dengan durasi jatuh tempo yang lebih lama fluktuasinya bisa lebih besar dari saham.

2. Pembelian Obligasi Luar Negeri

Membeli obligasi dari perusahaan negara lain lebih berisiko dibanding membeli obligasi dari perusahaan dalam negeri. Misalnya jika Anda membeli obligasi perusahaan minyak yang pusatnya di Venezuela, mungkin Anda akan menyadari aset Anda ditahan oleh si dictator Hugo Chavez tanpa Anda tahu bagaimana cara mengembalikannya.

3. Resiko Gagal Bayar

Pernahkan Anda memiliki piutang yang tidak dilunasi pihak yang berutang? Tidak hanya utang individu yang dapat mengalami gagal bayar, perusahaan penerbit obligasi juga bisa mengalaminya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli obligasi.

4. Capital Loss

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pemegang obligasi dapat memperoleh capital gain dari penjualan obligasi mereka di bursa efek. Disamping capital gain, pemegang obligasi juga dapat memperoleh kerugian jika pasar sedang tidak berpihak kepada mereka. Harga jual obligasi yang lebih rendah dari harga belinya dapat menimbulkan capital loss.

Cara Pembelian Obligasi

Dikutip dari laman finansialku.com, berikut adalah langkah membeli Obligasi:

1. Membuka Rekening

Tahap awal yang perlu dilakukan oleh investor obligasi adalah memilih perusahaan sekuritas dengan fixed income yang menawarkan pembelian dan penjualan obligasi. Anda perlu selektif dalam memilih perusahaan sekuritas yang nantinya akan menjadi ladang investasi Anda, karena adanya resiko dari investasi obligasi. Anda disarankan memilih perusahaan berpengalaman dengan tim yang solid dan fee yang kompetitif.

2. Memahami Produk Obligasi

Anda perlu memahami setiap produk obligasi secara mendetail sebelum memulai berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko dan mempermudah Anda dalam mengambil keputusan investasi. Di Indonesia sendiri ada beberapa produk obligasi yang dapat menjadi pilihan para investor, diantaranya adalah:

  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI adalah obligasi pemerintah Indonesia yang ditawarkan pada warga negara Indonesia dengan harga yang terjangkau, yaitu antara Rp.5.000.000 hingga Rp.5 M. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga pemegangnya dapat memperoleh keuntungan berupa bunga dari kupon ataupun capital gain dari selisih harga penjualan dan pembelian.

  • Saving Bond Ritel (SBR)

SBR mirip dengan ORI. Keduanya sama-sama diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Perbedaannya adalah pada kuponnya. Jika ORI memiliki kupon yang bersifat tetap atau fixed, kupon pada SBR sifatnya mengambang atau floating. Besaran bunga SBR ditinjau setiap tiga bulan sekali. SBR juga tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, jadi keuntungan yang diperoleh oleh pemegang SBR hanya dari kuponnya saja.

  • Sukuk Ritel (Sukri)

Sukri adalah surat berharga syariah yang menunjukkan bukti kepemilikan investor atas SBSN (underlying asset) yang disewakan. Akad yang digunakan adalah ijarah. Karena penggunaan akad ijarah ini, Sukri membagikan bagi hasil yang tetap. Sukri dapat diperjual belikan di pasar sekunder sama halnya dengan ORI.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

ORI, SBR dan Sukri adalah contoh obligasi pemerintah yang dapat dibeli dengan harga ritel (Rp 5 jutaan). Namun adakah obligasi milik perusahaan yang bisa dibeli dengan harga ritel? Untuk di  Indonesia saat ini masih belum ada. Jika Anda ingin membeli obligasi korporasi, Anda dapat membelinya di reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana dengan 80% investasinya obligasi.

3. Melakukan Analisis

Jangan buru-buru dulu menginvestasikan uang Anda untuk membeli obligasi. Agar dana yang Anda investasikan dapat menunjukkan kinerja maksimal, Anda perlu melakukan analisis terlebih dahulu. Apa saja yang menjadi pertimbangan? Hal-hal yang mencangkup obligasi seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat. Disarankan juga untuk melakukan analisis mendalam terhadap debitur mengenai performa dan kesanggupannya membayar utang. Jika memungkinkan, Anda juga dapat membandingkan obligasi pada perusahaan sejenis.

4. Menyiapkan Anggaran

Setelah melakukan analisis, hal selanjutnya yang perlu Anda persiapkan adalah dana investasi. Obligasi bisa memiliki harga yang mahal. Harga ritelnya saja sudah Rp.5 jutaan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan dana terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Ingatlah untuk menggunakan dana menganggur saja. Jangan sampai anggaran investasi mengganggu anggaran kebutuhan keseharian Anda.

Itulah tadi penjelasan dari cara investasi obligasi. Obligasi memang sangat menjanjikan, mengingat pendapatan tetap yang akan diterima oleh setiap pemegangnya. Namun investor tetap harus berhati-hati terhadap resiko yang mungkin muncul. Minim resiko bukan berarti tidak ada resiko sama sekali. Untuk itu, penting bagi setiap investor untuk mempelajari cara investasi obligasi secara tepat.

Cara dan Langkah Memulai Investasi Saham bagi Investor Pemula

Bagi investor pemula, saham terdengar seperti instrumen investasi yang menguntungkan. Bagaimana tidak, saham seringkali memberikan keuntungan berupa dividen dalam jumlah yang cukup besar. Keuntungan yang besar dalam dunia investasi tentu juga akan diikuti dengan resiko yang besar pula.

Untuk dapat memperkecil resiko tersebut, investor perlu mengetahui tata cara investasi saham yang benar. Artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai cara investasi saham yang perlu diketahui oleh setiap investor dan calon investor.

Memulai Investasi Saham

investor memantau pergerakan harga saham.
investor memantau pergerakan harga saham (phatstartup.com)

Dikutip dari yuknabungsaham.idx.co.id, pemahaman masyarakat Indonesia akan saham saat ini masih sangat rendah. Saat ini masyarakat Indonesia masih berada pada fase saving society. Diharapkan ke depannya masyarakat Indonesia mampu bergerak ke arah investing society.

Untuk dapat bergerak ke arah tersebut, tentu diperlukan investor-investor baru yang aktif dalam investasi saham. Bagi Anda yang tertarik dengan investasi saham, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempuh.

1. Pelajari Lebih Lanjut Tentang Saham

Tak kenal maka tak sayang, pepatah tersebut nampaknya dapat menjadi ungkapan yang tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi saham. Anda perlu mengenal seluk-beluk saham, cara kerja saham, serta berbagai resiko yang mungkin terjadi jika Anda bermain saham. Jika Anda hanya membeli saham secara asal-asalan, dapat dipastikan kerugian akan dekat dengan Anda.

Dilansir dari laman investopedia.com, saham sederhananya adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa si pemilik saham memiliki sebagian dari perusahaan yang sahamnya telah ia beli. Perusahaan menjual saham agar mereka dapat mengembangkan modal usahanya. Pemegang saham nantinya akan mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan.

Ada dua keuntungan yang mungkin diperoleh oleh pemegang saham, yaitu dividen dan capital gain

Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Besaran dividen yang dibagikan tergantung pada besarnya jumlah lot yang dimiliki oleh pemegang saham. Jika perusahaan merugi, pemegang saham tidak akan mendapatkan dividen. Ketika perusahaan untung sekalipun, terkadang para pemegang saham tidak mendapatkan dividen mereka dengan alasan laba bersih perusahaan digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Keuntungan kedua yang mungkin didapat oleh para pemegang saham adalah capital gain.

Keuntungan ini didapat jika pemegang saham memutuskan untuk menjual saham mereka. Selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya dapat menjadi keuntungan bagi pemegang saham. Besaran selisihnya ditentukan oleh fluktuasi harga saham di pasar modal pada hari penjualan. Jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian, maka pemegang saham akan menderita capital loss.

Dalam investasi saham, ada tiga pelaku transaksi yang selalu mengharapkan keuntungan ketika bertransaksi.

Mereka adalah investor, trader dan spekulan.

Investor adalah orang yang menanamkan modalnya di bursa efek dengan harapan akan mendapat keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya mereka memilih perusahaan yang performanya baik agar modal yang mereka investasikan dapat berkembang. Para investor sendiri juga melakukan riset mandiri untuk memutuskan pembelian saham mereka.

Berbeda dengan investor, trader adalah orang yang memperjual belikan saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham. Keuntungan yang mereka peroleh berupa capital gain. Mereka melakukan riset teknikal sebelum menjual ataupun membeli saham mereka.

Pelaku terakhir yang ada dalam transaksi di bursa saham adalah spekulan. Ia mirip penjudi yang hanya membeli saham karena rumor atau ikut-ikutan saja.

Sekarang Anda telah mengetahui tipe-tipe pemain saham, tipe yang manakah Anda? Jika Anda adalah seorang investor, ada dua cara investasi yang dapat Anda tempuh. Dikutip dari nerdwallet.com, cara tersebut adalah:

  • Bermain sendiri, jika Anda tipe orang yang suka melakukan semuanya sendiri dan punya kapasitas untuk melakukannya, maka Anda dapat memainkan investasi saham Anda sendiri. Anda hanya memerlukan seorang broker untuk mempermudah transaksi saham Anda.
  • Bersama manajer, jika Anda mengerti saham tetapi tidak memiliki cukup waktu untuk mengatur portofolio Anda, cobalah untuk memiliki manajer investasi yang membantu Anda. Jika dirasa mempekerjakan manajer investasi terlalu mahal, Anda dapat menggunakan perangkat lunak robo-advisor. Perangkat ini akan membantu mengatur kekayaan dan portofolio investasi Anda.

2. Kenali Produk Sahamnya

Beberapa jenis saham memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah tiga jenis saham yang mungkin Anda temui di pasar saham.

  • Saham blue chip

Saham jenis ini memiliki kapitalisasi yang besar di atas 10 triliun. Perusahaan yang sahamnya tergolong dalam blue chip merupakan perusahaan besar yang telah dikenal oleh masyarakat luas, contohnya Astra, Bank BCA, Unilever dan Telkom. Perusahaan ini biasanya mencetak laba yang besar karena produknya dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu saham perusahaan blue chip cocok dijadikan ladang investasi karena profil resikonya yang konservatif. Mereka juga mengutamakan pembagian dividen secara rutin.

  • Saham lapis dua

Kapitalisasi saham lapis dua tergolong sedang, di antara 1 triliun hingga 10 triliun. Meskipun emiten (perusahaan yang menerbitkan saham) saham lapis dua tidak memiliki kekuatan ekonomi sebesar perusahaan blue chip, berinvestasi pada saham ini tetap menjanjikan. Karena emiten sedang berada dalam fase pertumbuhan yang agresif. Banyak investor bermodal pas-pasan yang memilih saham lapis dua untuk portofolio mereka karena harganya lebih murah dibanding dengan saham blue chip.

  • Saham lapis tiga

Saham lapis tiga adalah saham yang memiliki kapitalisasi paling kecil dibanding dua jenis saham lainnya, yaitu di bawah 1 triliun. Meskipun harganya cukup murah, namun saham jenis ini tetap beresiko untuk dikoleksi, karena pergerakannya dapat dikendalikan oleh investor besar.

3. Menetapkan Anggaran

Sekarang Anda telah memiliki pengetahuan tentang saham dan produk saham yang potensial untuk dijadikan ladang investasi.

Pertanyaan yang perlu dijawab selanjutnya adalah berapa jumlah uang yang akan Anda investasikan?

Saat ini, banyak sekuritas yang mematok harga murah untuk setoran awal modal mereka hingga Rp.100.000. Mereka melakukan ini guna menjaring nasabah-nasabah baru. Walaupun ada juga sekuritas yang masih mematok harga Rp.5.000.000 hingga Rp.10.000.000.

Jumlah dana yang perlu Anda anggarkan tergantung pada harga saham yang nanti akan Anda beli. Membeli saham secara perorangan akan membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding jika Anda membeli reksa dana saham.

Jika Anda membeli reksa dana saham, maka Anda akan memiliki sebagian kecil saham pada beberapa perusahaan. Hal ini tentu akan berguna bagi diversifikasi portofolio Anda.

Sedangkan jika Anda membeli saham secara perorangan, melakukan diversifikasi sendiri akan membutuhkan lebih banyak biaya. Meskipun begitu, keuntungan dan resiko yang mungkin diperoleh pemegang saham individu akan lebih besar jika dibanding dengan pemegang reksa dana saham.

Berapapun jumlah dan harga saham yang akan Anda beli, ingatlah selalu untuk menggunakan dana menganggur saja. Maksudnya dana tersebut tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda dan memang dianggarkan untuk investasi.

4. Membuka Rekening Efek

Tahap terakhir dari cara memulai investasi saham adalah membuka rekening efek.

Agar dapat bertransaksi di bursa saham, setiap investor perlu memiliki rekening efeknya terlebih dahulu. Sekuritas atau broker adalah perpanjangan tangan dari BEI atau Bursa Efek Indonesia. Mereka bertugas untuk menghubungkan antara investor dengan perusahaan publik dan investor dengan investor lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai cara dan langkah investasi saham untuk investor pemula. Hal terpenting yang perlu diingat sebelum memulai investasi saham adalah dengan mempelajari cara saham bekerja, produk saham dan menetapkan anggaran untuk berinvestasi saham. Barulah setelah itu, Anda dapat membuka rekening efek Anda sendiri.

Simak Ini! Keuntungan dan Jenis Investasi Emas

Emas menjadi instrumen Investasi yang menjanjikan dan bahkan telah digunakan oleh manusia sejak ratusan tahun lalu. Barang ini dipercaya sebagai alat untuk menyimpan dan menumpuk kekayaan.

Orang yang bertahan dari krisis ekonomi biasanya memiliki emas yang dapat membantu kondisi keuangannya.

Meskipun emas nampaknya adalah instrumen investasi yang cukup menjanjikan, beberapa investor mungkin masih ragu untuk memulai investasi emas, apakah investasi emas sekarang ini masih relevan?

Untuk menghilangkan rasa ragu para investor, artikel ini akan mencoba mengulas lebih lanjut.

 

Keuntungan Investasi Emas

Investasi Kalung Emas
Kalung Emas (financialexpress.com)

1. Emas Sebagai Pagar (Hedge)

Dikutip dari thebalance.com, investasi hedge atau Investasi yang berperan sebagai pagar adalah investasi yang mengurangi kerugian jika sewaktu-waktu salah satu aset investasi lain nilainya sedang turun.

Banyak investor yang membeli emas untuk dapat melindungi mereka dari penurunan nilai mata uang seperti U.S dollar. Ketika nilai mata uang jatuh, harga-harga akan naik dan terjadi inflasi. Emas akan mampu bertahan melawannya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Trinity College, investasi emas merupakan pagar terbaik yang dapat melindungi investor dari kehancuran pasar saham.

Selama 15 hari setelah kehancuran pasar saham, harga emas akan naik secara drastis. Investor yang khawatir akan panik, segera menjual saham mereka dan langsung membeli emas. Setelahnya harga emas akan berada di bawah harga saham yang sedang melambung. Investor kembali membeli saham mereka karena nilai jualnya yang sedang rendah. Mereka yang masih memegang emas setelah 15 hari akan kehilangan uangnya.

2. Emas Sebagai Tabungan yang Paling Aman

Emas dapat menjadi bentuk tabungan yang paling aman jika sewaktu-waktu terjadi bencana krisis besar. Itulah sebabnya banyak investor yang membeli emas selama krisis ekonomi di tahun 2008. Harga emas kembali melonjak naik ketika krisis zona eropa (Eurozone crisis).

3. Emas Sebagai Investasi Langsung

Banyak investor yang ingin mengambil keuntungan dari kenaikan harga emas yang tinggi. Mereka membeli emas untuk dijadikan investasi langsung supaya dapat memperoleh keuntungan di masa depan. Sedangkan yang lainnya menganggap emas sebagai bahan berharga langka yang dibutuhkan oleh banyak industri. Terakhir, emas juga dimiliki oleh pemerintah dan individu yang kaya.

 

Apakah Anda sudah tertarik untuk berinvestasi emas? Emas selain kebal terhadap inflasi, juga dapat dijadikan salah satu instrumen dalam portofolio investasi Anda. Kehadiran emas tentu penting untuk diversifikasi portofolio yang Anda miliki.

 

Jenis Investasi Emas

1. Membeli Emas dalam Bentuk Batang Atau Koin

Permintaan akan emas koin dan emas batangan telah meningkat sebanyak empat kali lipat semenjak awal tahun 2000an. Tren ini terjadi pada dunia bagian barat dan timur. Pasar yang baru seperti Cina telah terbentuk, sedangkan pasar yang lama yaitu Eropa mulai muncul kembali.

Emas batangan dan koin muncul dalam berbagai satuan atau tingkat kemurnian. Biasanya ukuran kemurnian emas menggunakan satuan karat (yang tertinggi 24 karat).

Ketika membeli emas dalam bentuk ini, biasanya investor akan membayar per ons nya. Umumnya jika emas batangan atau koin yang dibeli semakin kecil, nilai premi per ons nya akan semakin besar.

Membeli emas batangan maupun emas koin dalam bentuk fisik mungkin akan menimbulkan biaya tambahan di luar harga emasnya itu sendiri, seperti misalnya biaya asuransi dan biaya penyimpanan.

2. Membeli Perhiasan Emas

Sebagian besar emas yang ada di dunia digunakan untuk produksi perhiasan.

Dengan meningkatnya populasi dunia serta kekayaan manusia setiap tahunnya, permintaan akan emas yang digunakan untuk perhiasan juga akan mengalami peningkatan. Di sisi lain, pembeli perhiasan entah kenapa agak sensitif dengan kenaikan harga. Mereka akan membeli lebih sedikit jika harga di pasaran melonjak naik dengan cepat.

Investor yang membeli emas dengan harga retail dapat membayar 400% dari harga emas sesungguhnya. Harga perhiasan yang lebih murah dapat diperoleh di pelelangan.

Keuntungan dari membeli perhiasan emas dengan cara ini adalah tidak ada kenaikan harga retail (retail markup). Kekurangannya adalah waktu yang dihabiskan untuk menemukan harga yang pas cukup lama.

Meskipun begitu, memiliki perhiasan emas adalah cara yang paling menarik dalam berinvestasi emas. Meskipun jika dilihat dari kacamata investasi, memiliki perhiasan emas tidak terlalu menguntungkan.

Sebagai salah satu bentuk seni, perhiasan emas dapat dikatakan indah. Namun sebagai alat investasi, perhiasan emas sebenarnya biasa-biasa saja, kecuali jika Anda adalah kolektor perhiasan.

3. Membeli ETFs (Exchange Trade Fund) Emas

ETFs adalah produk keuangan yang telah diregulasi. Setiap harga efeknya sesuai dengan harga emas yang sedang berlaku, tanpa beban tambahan.

ETFs emas dapat membuat investor memiliki sekuritas atau surat berharga yang berhubungan dengan kepemilikan emas tanpa harus memegang bentuk fisiknya dan tidak perlu juga mengatur biaya asuransi serta penyimpanan secara terpisah.

Produk keuangan ini menggabungkan perdagangan di pasar saham dengan kepemilikan emas secara fisik. Investor yang memiliki ETF, porsi emasnya akan disimpan oleh bank kustodian.

4. Membeli Saham Perusahaan Tambang Emas

Investor juga dapat berinvestasi pada saham perusahaan tambang emas. Meskipun begitu, pertumbuhan dan imbal hasil dari saham perusahaan tambang emas juga tergantung dari pendapatan perusahaan di masa depan, bukan hanya pada harga emas saja.

Faktor-faktor seperti efektifitas manajemen, ongkos produksi, cadangan emas, eksplorasi tambang dan pengembangan proyek adalah beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan sebelum Anda mulai membeli saham di perusahaan tambang emas. Karena biasanya investasi emas dengan perusahaan tambang emas saling melengkapi.

Contoh dan Cara Investasi Menguntungkan

Berikut ini contoh dan cara berinvestasi yang pasti menguntungkan:

 

1. Cara Investasi Emas yang Menguntungkan

emas batangan

Investasi emas (Sumber: thinkstockphotos)

 

Investasi emas merupakan bentuk investasi paling populer yang sudah dilakukan oleh orang tua kita sejak lama.

Cara investasi emas itu sendiri sangat mudah. Sebagai contoh, Anda memiliki modal sebesar Rp 10 juta. Modal tersebut dapat Anda pergunakan untuk membeli emas dengan harga Rp 500 ribu/gram di pegadaian sebanyak 20 gram. Dalam jangka 5 atau 10 tahun kedepan, Anda dapat menjual kembali emas tersebut dengan harga yang lebih tinggi lagi.

 

Trend Harga Emas

Investasi emas dianggap sebagai salah bentuk investasi yang menguntungkan karena harga emas selalu naik dari tahun ke tahun.

Grafik berikut menggambarkan kenaikan harga emas selama 10 tahun belakangan ini.

 

Grafik 10 tahun harga emas di Indonesia (Sumber: goldprice.org/id)

Secara sekilas, terlihat jelas bahwa harga emas terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, harga emas tercatat sebesar Rp 298.891/gram sementara data terakhir di tahun 2019 tercatat harga emas sebesar Rp 602.611/gram.

 

Perkiraan Harga Emas 5 Tahun ke Depan

Bila kita melihat trend harga emas yang naik selama 10 tahun terakhir dan berasumsi bahwa trend ini akan terus bertahan hingga 5 tahun ke depan, maka di tahun 2024 nanti, harga emas akan bisa jadi akan berada di kisaran angka Rp 750 ribu. Tentu saja hal ini akan sangat dipengaruhi oleh berbagai hal lain seperti inflasi, kondisi ekonomi global, dan harga emas dunia.

Pada contoh sebelumnya, dengan modal Rp 10 juta Anda bisa berinvestasi emas sebanyak 20 gram dengan harga Rp 500 ribu/gram.

 

Berapa besar keuntungan yang akan Anda dapatkan 5 tahun ke depan?

Bila kita mengikuti asumsi sebelumnya bahwa harga emas akan mencapai sekitar Rp 750 ribu di tahun 2024 dan Anda menjual emas yang ada, maka harga jual yang akan Anda terima akan dikurangi 10% dari harga dasar.

 

Hitungan investasinya adalah:

Rp 750.000 – 10% harga dasar = Rp. 750.000 – Rp. 75.000 = Rp. 675.000/gram

 

Keuntungan yang Anda peroleh adalah:

(Rp.675.000 – Rp. 500.000) x 20 gram = Rp. 175.000 x 20 = Rp. 3.500.000

 

Tips agar Anda tidak Mengalami Kerugian di investasi emas:

Agar Anda tidak mengalami kerugian di model investasi emas, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

 

  • Jadikan emas sebagai modal investasi jangka menengah-panjang, mulai dari 5 tahun dan seterusnya. Untuk investasi jangka pendek, keuntungan yang akan Anda peroleh tidak akan terlalu signifikan
  • Untuk investasi, disarankan untuk membeli emas dalam bentuk batangan atau koin. Tidak ada salahnya membeli perhiasan emas, namun biaya yang Anda keluarkan akan lebih besar karena melibatkan biaya pembuatan perhiasan itu sendiri.
  • Belilah emas di tempat yang aman dan terpercaya seperti di PT Antam, Pegadaian, dan toko emas resmi lainnya.
  • Belilah emas dengan kadar murni. Hindari emas di bawah 18 karat karena akan sulit untuk dijual kembali di kemudian hari. Bila Anda membeli emas batangan dengan kadar murni di tempat terpercaya, Anda akan mendapatkan sertifikat emas yang membuat emas tersebut dihargai lebih tinggi dan diterima dimana saja.

 

2. Cara Investasi Saham yang Menguntungkan

Selain investasi emas, investasi saham merupakan salah satu pilihan investasi yang juga cukup populer di tengah masyarakat.

Mengapa? Karena investasi saham terbilang menawarkan keuntungan yang besar. Saham merupakan jenis investasi high risk high return, atau investasi dengan resiko yang tinggi dengan keuntungan yang besar.

Resiko investasi saham memang cukup tinggi, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa Anda tidak mengalami kerugian nantinya yaitu:

 

Memahami Prinsip Dasar Saham

jual beli saham

Prinsip dasar jual beli saham (Sumber: moneysmart.id)

Dalam saham, satuan yang dipergunakan untuk membeli saham disebut dengan lot. 1 Lot = 100 lembar saham.

Anda hanya bisa membeli saham dalam jumlah lot, dan tidak bisa per lembar.

Anda juga perlu memahami bahwa untuk bisa mendapatkan keuntungan dalam investasi saham, maka harga jual saham harus lebih tinggi dari harga beli + biaya trading

 

Sebagai contoh:

Harga saham perusahaan A sebesar Rp. 500/lembar, artinya 1 lot saham = Rp. 500 x 100 = Rp. 50.000

Harga beli untuk 1 lot saham = Rp. 50.000 + biaya trading (broker fee/fee trading)

Nilai broker fee berkisar antara 0,15% – 0,2%  dari nilai beli, dan 0,25% – 0,3% dari nilai jual.

 

Memilih Perusahaan Sekuritas

Untuk bisa bermain di pasar saham, Anda wajib melakukannya melalui perusahaan sekuritas atau sering juga disebut pialang/broker saham.

Pastikan untuk memilih perusahaan sekuritas yang resmi dan terpercaya. Anda bisa mengecek daftar perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang sudah terdaftar seperti ini dipastikan aman dan fee tradingnya juga cukup kompetitif.

 

Mengecek Likuiditas Saham Perusahaan

Selektiflah dalam memilih perusahaan yang akan Anda beli sahamnya. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mengecek likuiditas saham perusahaan yang menjadi kandidat, untuk mengetahui apakah saham tersebut bagus untuk dibeli ataukah tidak.

Informasi berupa rincian data keuangan perusahaan dapat Anda peroleh dari website BEI atau dari website perusahaan itu sendiri.

Lakukan analisa cepat untuk melihat laba/rugi perusahaan tersebut. Bila kondisi keuangan menunjukkan keuntungan, maka lakukan analisa lanjutan. Analisa lanjutan ini adalah analisa teknikal berupa tren perubahan harga market baik dari volume hingga harga saham. Selain itu, lakukan juga analisa fundamental berupal laba per saham dan harga saham yang tercantum dalam laporan keuangan selama jangka waktu tertentu.

 

Strategi Trading Saham yang Aman dan Menguntungkan

Untuk bisa memastikan bahwa trading saham yang Anda lakukan membawa keuntungan, ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti yaitu:

 

  • Hindari berinvestasi hanya pada satu saham saja.

Anda perlu melakukan diversifikasi portofolio yaitu menanamkan dana pada beberapa jenis saham dari kategori yang berbeda-beda. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kerugian bila terjadi penurunan harga pada salah satu saham Anda. Bila Anda memiliki 5 saham dan 2 di antaranya mengalami penurunan harga sementara sisanya mengalami kenaikan harga, maka Anda tidak akan menderita kerugian. Belilah minimal 5 saham dari sektor atau kategori yang berbeda-beda misalnya saja pertambangan, perbankan, dan lain sebagainya.

 

  • Lakukan pembelian saham secara bertahap.

Anda mungkin sudah menemukan beberapa perusahaan yang sahamnya ingin Anda beli. Ada baiknya lakukan pembelian saham secara bertahap, misalnya 2-3 kali, jangan semuanya sekaligus. Manfaatnya adalah, bila sewaktu-waktu harga saham perusahaan tersebut turun, Anda bisa melakukan pembelian lagi sehingga harga yang didapatkan adalah harga terbaik.

 

  • Mempersiapkan dana cadangan

Sebaiknya Anda selalu menyisihkan sekitar 20%-30% dari dana yang ada sebagai dana cadangan dan tidak semuanya dibelikan saham. Dana cadangan ini nantinya dapat Anda pergunakan untuk membeli saham yang sama saat harganya sedang turun. Dengan begini, portofolio saham Anda akan terjaga dengan baik.

 

  • Berpikir panjang sebelum membeli sebuah saham

Jangan tergoda dengan harga saham yang murah. Dalam beberapa kasus, harga saham yang sedang murah merupakan indikasi bahwa kondisi perusahaan tersebut sedang bermasalah.

 

  • Lakukan pengecekan saham secara berkala.

Lakukan pengecekan saham secara berkala misalnya saja seminggu sekali untuk melihat apakah harga saham Anda naik atau tidak. Bila harga saham sudah mahal dan berhenti mengalami kenaikan, Anda bisa menjual saham tersebut dan membeli saham lain yang lebih murah.

 

3. Cara Investasi Properti yang Menguntungkan

investasi apartemen

Contoh investasi properti dalam bentuk apartemen (Sumber: thinkstockphotos)

 

Investasi di bidang properti terbilang cukup menggiurkan karena tergolong aman dan menguntungkan. Modal yang dibutuhkan memang tidak sedikit, namun keuntungan yang didapatkan akan terus mengalir.

Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari investasi properti, ada beberapa hal yang wajib Anda ketahui mulai dari jenis-jenis investasi properti, penilaian sebuah properti, dan tentu saja penentuan harga properti nantinya.

 

Jenis-jenis Investasi Properti

Setidaknya ada 5 jenis investasi properti yang bisa Anda pilih yaitu:

  • Tanah

Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari investasi jenis ini, sebaiknya pilih tanah yang berada di lokasi yang strategis, memiliki status hukum yang jelas, batas-batas tanah jelas, dan sebaiknya tanah dijual dalam bentuk kavling yang tidak terlalu luas untuk memudahkan proses penjualannya di kemudian hari.

 

Investasi dalam bentuk tanah akan memberikan keuntungan maksimal jika Anda menjualnya dalam jangka panjang minimal 5 tahun yang akan datang. Bila Anda memilih untuk menyewakan tanah kosong, maka keuntungan yang didapatkan sekitar 0,5%-2% per tahun

 

  • Rumah

Sama halnya dengan investasi tanah, investasi dalam bentuk rumah juga akan memberikan keuntungan maksimal bila Anda menjualnya dalam jangka panjang, terutama bila lokasi rumah cukup strategis.

 

Untuk sementara itu, Anda bisa menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Namun, Anda perlu menyisihkan biaya khusus untuk perawatan rumah selama rumah tersebut disewakan agar nilainya tidak berkurang.

 

Keuntungan dari investasi rumah yang disewakan bisa mencapai 3%-5% per tahun.

 

  • Kos/asrama

Dalam hal perawatan, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kos atau asrama akan jauh lebih besar. Anda juga harus memilih lokasi yang benar-benar strategis misalnya saja dengan dengan kampus, perkantoran, atau pabrik agar kos tersebut tidak pernah sepi dari penyewa.

 

Keuntungan dari jenis investasi properti ini cukup tinggi yaitu sekitar 5%-7% per tahun.

 

  • Apartemen/kondominium

Kebutuhan akan hunian vertikal dalam bentuk apartemen atau kondominium semakin meningkat seiring dengan terbatasnya lahan.

Keuntungan yang ditawarkan juga cukup besar yaitu 7%-12% per tahun. Pastikan untuk memilih apartemen dengan lokasi strategis dan manajemen gedung yang baik.

 

  • Ruko, kios, dan toko

Keuntungan yang ditawarkan dari investasi ruko bisa mencapai 6%-9% per tahun, sementara untuk kios dan toko sebesar 5%-10% per tahun.

 

Penilaian dan Penentuan Harga Properti

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai dan menentukan harga properti yang akan Anda beli dan jual nantinya, agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal yaitu:

 

  • Jenis-jenis harga properti.

Ada berbagai jenis harga properti yang akan temukan dipasaran mulai dari harga transaksi yang sesungguhnya, harga reproduksi (harga tanah+harga bangunan baru) yang sering dipergunakan developer, harga permintaan (harga emosional) yang diberikan penjual kepada calon pembeli, harga pasar yaitu harga tanah + harga bangunan baru yang dikurangi dengan nilai depresiasi bangunan (nilai depresiasi atau pengurangan biasanya 5% dari nilai bangunan), dan harga jual cepat yang biasanya dipergunakan oleh bank (sekitar 80% dari harga pasaran properti).

  • Penilaian harga.

Penilaian harga ini sendiri bisa dilakukan dengan melakukan survey lapangan di tengah masyarakat mengenai harga properti yang umum di daerah tersebut, menggunakan jasa broker, atau dengan mencari tahu ketetapan harga properti yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jasa tenaga ahli penilai properti yang profesional dan independen.

 

4. Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan

Mekanisme investasi reksadana (Sumber: kelasinvestasi.com) 

Sebagian orang yang masih merasa ragu untuk berinvestasi saham memilih untuk berinvestasi di reksadana. Reksadana sendiri pada dasarnya adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan oleh manajer investasi dari portofolio efek.

 

Jenis dan Resiko Reksadana

Ada berbagai jenis reksadana yang ada di luar sana, namun secara umum reksadana dibagi menjadi 4 yaitu:

  • Reksadana pasar uang
  • Reksadana pendapatan tetap.

Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap cocok digunakan untuk investasi jangka pendek sekitar 1-2 tahun. Keduanya merupakan jenis investasi dengan resiko rendah dan potensi return rendah

  • Reksadana campuran

Reksadana ini menginvestasikan dana pada berbagai  instrumen seperti deposito, obligasi, dan saham. Cocok digunakan untuk investasi jangka menengah sekitar 3 tahun. Reksadana ini memiliki resiko sedang dan potensi return sedang

  • Reksadana saham

Keuntungan reksadana saham paling tinggi diantara jenis lainnya, namun potensi returnnya juga paling tinggi. Cocok digunakan sebagai bentuk investasi jangka panjang diatas 5 tahun

 

Cara Memaksimalkan Keuntungan Investasi Reksadana

Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari investasi ini, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Menyesuaikan antara tujuan investasi dengan jenis investasi yang akan dipergunakan apakah untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang.
  • Memilih reksadana dan manajer investasi yang memiliki ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan. Jangan sampai tertipu dengan investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar bila mereka tidak memiliki ijin resmi.
  • Memilih manajer investasi yang memiliki rekam jejak yang baik dari tahun ke tahun
  • Memahami betul isi prospektus untuk bisa membandingkan antara jenis reksadana satu dengan yang lain. Sebuah prospektus reksadana seharusnya berisikan informasi berupa nama produk, kinerja produk selama kurun waktu tertentu, perijinan, kebijakan dalam menjalankan dana yang ada, bank kustodian, biaya-biaya, tata cara pembelian dan penjualan, daftar tempat melakukan penjualan dan pembelian, dan berbagai informasi lainnya.

 

Jenis investasi apa yang akan Anda pilih? Emas, saham, properti, atau reksadana? Jenis investasi yang ada saat ini tidak hanya terbatas pada investasi yang telah disebutkan diatas. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, muncul berbagai jenis investasi baru misalnya saja investasi bitcoin dan investasi peer-to-peer lending yang mulai populer belakangan ini.

Masing-masing jenis investasi memiliki tata cara, keuntungan, dan resiko tersendiri. Pastikan untuk jeli dan cermat dalam memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi Anda. Kumpulkan berbagai informasi dari sumber yang terpercaya untuk membantu Anda bukan hanya dalam memilih jenis investasi yang tepat, namun juga menguntungkan. Selamat berinvestasi!

Jenis Properti Dana Investasi Real Estate (DIRE) Yang Menguntungkan

Apa itu DIRE? Dana Investasi Real Estate atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut REIT (Real Estate Investment Trust).

Dikutip dari infovesta.com, DIRE dapat dikatakan sebagai kumpulan uang pemodal yang akan segera dibelikan aset oleh perusahaan investasi dalam bentuk aset properti, baik secara langsung yaitu dengan membeli gedung bertingkat atau secara tidak langsung dengan membelanjakan uang pemodal untuk membeli saham atau obligasi perusahaan properti. Dana yang ada pada DIRE 80% nya harus diinvestasikan di bidang real estate dan sebanyak 50% nya harus berupa aset langsung.

Kelebihan DIRE

Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi real estate juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa saja kelebihan investasi real estate dalam DIRE? Berikut adalah penjelasannya.

  1. Mengutip dari wikihow.com, resiko likuiditas yang ada pada DIRE cenderung rendah. Hal. Berarti pemilik aset tidak langsung DIRE seperti saham maupun obligasi di sektor real estate dapat dengan mudah menjual saham mereka jika diperlukan.
  2. Manajer DIRE harus membayar sebanyak 90% dari dana gabungan secara langsung kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, sehingga DIRE sangat menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap dan konsisten.
  3. Dana-dana investasi properti mengizinkan investasi pada pasar komersial lain selain hunian.
  4. Mengutip dari medium.com, para investor yang tergabung dalam DIRE tidak harus memiliki aset langsung real estate.
  5. Mengurangi resiko investor karena DIRE dapat melakukan diversifikasi investasi.
  6. Selain keuntungan bagi investor, DIRE juga dapat menawarkan keuntungan bagi pengembang. Berkat DIRE, sebuah pengembang dapat memperoleh keuntungan dengan cepat yang mungkin pada awalnya membutuhkan waktu pengembalian modal yang lebih lama.

Kekurangan DIRE

  1. DIRE memiliki resiko Maksudnya sewaktu-waktu pembayaran dividen bisa macet dan investasi Anda tidak membuahkan hasil.
  2. Sekuritas DIRE yang diperdagangkan di luar pasar saham mungkin tidak likuid, tidak memiliki transparansi harga atau dikelola dengan konflik kepentingan.
  3. Ada kemungkinan beberapa DIRE penipuan yang tidak terdaftar dalam komisi pengawas setempat.

 

Jenis Properti DIRE Yang Menguntungkan

bisnis properti dilut 0q9830d89 56atatt

DIRE dapat menjadi wadah bagi para investor kecil untuk turut berpartisipasi dalam investasi realestate. Jika DIRE sudah terkumpul, dana yang ada akan dibelanjakan dengan aset langsung atau tidak langsung di sektor properti. Aset tidak langsung misalnya adalah saham atau obligasi perusahaan yang bergerak di bidang properti. Sedangkan aset langsung berkaitan dengan real estate itu sendiri.

1. Properti Kantor

Para pengusaha properti banyak sekali yang melakukan investasi utama pada gedung perkantoran. Alasannya karena properti kantor mampu menghasilkan profit yang paling besar dibandingkan dengan jenis properti lainnya. Selain itu lokasinya yang berada di pusat bisnis yang strategis juga menjadi faktor pendorong jenis properti ini menjadi sangat menguntungkan.

Perusahaan pasti memerlukan ruangan kantor untuk kegiatan kesehariannya seperti untuk administrasi, keuangan, operasional dan lain sebagainya. Jadi, selagi perusahaan masih berkembang, maka permintaan akan ruang kantor akan terus meningkat.

Kelemahan dari investasi properti kantor adalah pasar yang cenderung sensitif dengan kinerja perekonomian. Selain itu, biaya operasional kantor yang besar juga akan sangat membebankan keuangan.

2. Properti untuk Ritel dan Perdagangan

Besarnya permintaan terhadap properti ritel dipengaruhi oleh lokasi, kepadatan penduduk di sekitar, tingkat pendapatan penduduk di sekitar dan pertumbuhan penduduk. Contoh dari properti yang ditujukan untuk ritel atau perdagangan adalah mal, pusat perbelanjaan dan ruko yang lokasinya strategis dengan jalan raya.

Tingkat pengembalian yang didapat dari investasi properti untuk ritel lebih stabil dibanding dengan properti perkantoran. Selain itu di negara berkembang, properti ritel menunjukkan kinerja yang baik, terutama jika penjualan ritel sedang mengalami peningkatan.

3. Properti untuk Industri atau Manufaktur

Biaya operasional untuk investasi properti industri biasanya lebih rendah dari investasi properti ritel maupun perkantoran. Investasi yang dapat dilakukan bisa bermacam-macam seperti tempat penelitian, pergudangan, manufaktur dan juga lokasi distribusi.

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi di bidang properti industri adalah ketinggian langit-langit bangunan, lokasi yang berdekatan dengan transportasi utama seperti rel atau dermaga laut, kemampuan memuat barang dan yang lainnya.

4. Properti untuk Hunian

Hasil yang diberikan oleh investasi properti hunian adalah yang paling stabil jika dibandingkan dengan properti kantor, industri maupun ritel. Alasannya karena dalam kondisi perekonomian yang bagaimanapun, masyarakat tetap membutuhkan tempat tinggal. Oleh karena itu berinvestasi pada properti hunian dapat memberikan pendapatan yang stabil.

Berbeda dengan properti untuk kantor, ritel maupun industri, pembayaran biaya operasional pada properti untuk hunian dapat dibagi antara pemilik dan penyewa. Besarannya tergantung dari kesepakatan antara pihak yang menyewa dengan yang memberikan sewa. Tetapi jika pihak pemberi sewa tidak membuat kesepatakan, maka setiap resiko kenaikan biaya operasional ditanggung oleh pihak pemberi sewa selama masa sewa.

Itulah penjelasan mengenai investasi real estate. Investasi real estate memang terdengar menjanjikan karena dapat memberikan pendapatan tetap yang stabil. Namun para investor tetap harus membekali diri dengan pengetahuan investasi real estate, karena meskipun ada DIRE, jumlah uang yang dikeluarkan investor untuk investasi real estate bukanlah dalam jumlah yang sedikit.